Partai Golkar memberikan klarifikasi penting terkait status keanggotaan Nusron Wahid di dalam struktur partai berlambang pohon beringin tersebut. Sarmuji selaku Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar menyatakan bahwa Nusron Wahid yang kini menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Kepala Badan Pertanahan Nasional telah melepas jabatannya di kepengurusan sejak jauh-jauh hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan resmi di Jakarta, Sarmuji menyebutkan bahwa pengunduran diri tersebut sudah terjadi lebih dari enam bulan lalu. Menurut pengamatan tim redaksi, langkah ini diambil agar yang bersangkutan dapat lebih fokus pada tanggung jawab lain yang diemban, meskipun tidak ada penjelasan detail mengenai alasan spesifik di balik keputusan tersebut.
Dalam catatan kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024-2029 sebelumnya, Nusron diketahui memegang posisi strategis sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian. Pengunduran diri ini sontak menjadi sorotan publik di tengah situasi hukum yang sedang berjalan di instansi kementerian terkait.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi tengah mengusut kasus dugaan rasuah di lingkungan Kementerian ATR dan BPN pascaoperasi tangkap tangan di Kabupaten Bogor. Dari operasi senyap tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan valas bernilai fantastis mencapai ratusan miliar rupiah serta menetapkan delapan orang sebagai tersangka.
Berdasarkan analisis awak media, sejumlah nama yang ditetapkan sebagai tersangka diketahui memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan di kementerian tersebut. Kendati demikian, pihak lembaga antirasuah menyatakan bahwa penyidik masih memfokuskan diri pada kelengkapan alat bukti sebelum menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait lainnya.