Kawasan Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan mendadak gempar menyusul kabar duka dari seorang pria berinisial AS yang menjadi korban pertikaian jalanan. Pria berusia 40 tahun asal Solo tersebut akhirnya mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan luka parah selama dua hari di rumah sakit.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, korban yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen ini meninggal dunia di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan setelah menderita luka tusuk serius di bagian perut. Peristiwa berdarah tersebut melibatkan sesama pengamen berinisial ML yang berasal dari Pasuruan.
Mengutip laporan kepolisian, akar permasalahan dari duel maut ini dipicu oleh konflik perebutan wilayah mengamen di sekitar lampu merah JLU Plosowahyu. Tersangka ML disebut-subut nekat melawan karena tidak terima terus-menerus diperingatkan oleh korban agar menjauh dari lokasi tersebut.
Berdasarkan analisis awak media, gesekan sosial di ruang publik seperti persaingan wilayah kerja antar pengamen kerap berpotensi memicu eskalasi emosi yang tidak terkontrol jika tidak segera ditengahi. Puncak ketegangan itu terjadi ketika korban mendatangi tersangka dan berujung pada perkelahian fisik yang melibatkan senjata tajam.
"Dalam posisi itu, ML kemudian mengambil senjata tajam jenis sangkur yang berada di dalam tasnya dan menusukkan ke bagian perut AS," ungkap pihak berwajib menjelaskan detik-detik penusukan tersebut.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung bergegas melapor kepada aparat kepolisian yang dengan cepat mengamankan pelaku ke Mapolres Lamongan. Sementara itu, jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga di kampung halaman untuk segera dimakamkan secara layak.