Komisi Pemberantasan Korupsi menggebrak wilayah Surabaya dengan melakukan uji petik terhadap tata kelola sejumlah Badan Usaha Milik Negara untuk memperketat sistem pencegahan korupsi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut Kepala Satuan Tugas II Direktorat Antikorupsi Badan Usaha Kedeputian Pencegahan dan Monitoring KPK Roro Wide Sulistyowati, peninjauan lapangan ini merupakan bentuk pendampingan langsung terhadap perusahaan pelat merah di sektor strategis. "Kedatangan saya dan tim di Kota Surabaya ini dalam rangka tinjauan lapangan atas BUMN-BUMN yang kami dampingi di pusat," ujarnya.
Pengamatan tim redaksi menilai bahwa pengawasan ketat di tingkat daerah sangat diperlukan guna memastikan instruksi pusat diterapkan secara konsisten tanpa celah penyimpangan.
Sebagaimana dilaporkan, Direktorat AKBU KPK saat ini berfokus mendampingi BUMN pada tiga sektor utama meliputi jasa keuangan, telekomunikasi, hingga sektor pariwisata serta aviasi.
Mengutip keterangan resmi dari otoritas antirasuah, fokus utama perbaikan tata kelola diarahkan pada pengadaan barang dan jasa yang kerap menjadi titik paling rawan praktik lancung.
Berdasarkan analisis awak media, sektor-sektor krusial tersebut juga mencakup pengelolaan investasi, tata kelola proses bisnis, penggunaan pialang asuransi, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.