Keputusan finansial paling berani dalam sejarah modern dunia bisnis bermula dari sebuah garasi sewaan di dekat Seattle pada tahun 1995. Mike dan Jackie Bezos menyerahkan tabungan masa tua senilai USD 245.573 kepada anak mereka, Jeff Bezos, untuk membangun toko buku online yang kelak dikenal sebagai Amazon. Langkah tersebut diambil meskipun sang pendiri telah memberikan peringatan keras bahwa peluang kegagalan usaha tersebut sangat tinggi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari awak media, taruhan yang dilakukan oleh orang tua Jeff Bezos bukan sekadar perhitungan bisnis yang matang, melainkan bentuk kepercayaan mutlak kepada sang anak. Sebelum mendapatkan dana tersebut, Jeff sempat menawarkan proposal kepada puluhan calon investor namun sebagian besar menolak karena menganggap gagasan internet pada masa itu terlalu abstrak dan penuh ketidakpastian. Bahkan, ayah Jeff sempat bertanya tentang arti internet sebelum akhirnya memutuskan ikut serta.
Risiko kehilangan seluruh uang tabungan pensiun sudah ditekankan secara transparan sejak awal oleh sang pendiri Amazon kepada kedua orang tuanya. Menurut pengamatan tim redaksi, kejujuran ekstrem mengenai probabilitas kegagalan bisnis justru menjadi fondasi kepercayaan yang kuat dalam hubungan keluarga sekaligus mitra bisnis. Mike Bezos sendiri pernah mengungkapkan bahwa mereka memiliki sedikit kelebihan finansial dari hasil tinggal di luar negeri sehingga mampu mengambil peran sebagai investor malaikat pertama bagi perusahaan tersebut.
Transformasi kepemilikan saham tersebut melesat drastis setelah perusahaan resmi melantai di bursa saham pada Mei 1997 dan mencatatkan pertumbuhan nilai yang memecahkan rekor sejarah ventura. Seiring berjalannya waktu, porsi kepemilikan saham keluarga ini mengantar mereka ke jajaran jajaran orang terkaya di dunia berkat kenaikan nilai aset yang masif. Kendati demikian, sebagian dari kekayaan luar biasa itu juga disalurkan secara konsisten melalui yayasan keluarga untuk mendukung berbagai kegiatan filantropi di bidang pendidikan.