Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya mulai memasang kuda-kuda menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Tidak tanggung-tanggung, partai beringin ini mematok target ambisius dengan membidik 10 kursi di DPRD Surabaya pada kontestasi politik mendatang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Langkah taktis tersebut mengemuka usai gelaran Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Surabaya. Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Akmarawita Kadir, menegaskan bahwa kunci utama untuk melipatgandakan kekuatan politik berada pada kedekatan kader dengan masyarakat di level paling bawah.
Menyikapi target tersebut, Akmarawita menginstruksikan seluruh jajaran Pimpinan Kecamatan (PK) agar tidak tinggal diam dan segera merancang aksi nyata. "Jadi program yang dimiliki Pimpinan Kecamatan itu harus jelas, terukur, dan bisa dirasakan langsung oleh warga sekitar mereka. Selain itu, program kerja mereka juga harus bisa mendekatkan diri sekaligus mencari solusi terhadap permasalahan warga," tegas Akmarawita sebagaimana dilaporkan oleh Suara Surabaya.
Dari analisis tim redaksi, langkah Golkar menyasar struktur kemasyarakatan terkecil seperti Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) merupakan strategi klasik yang efektif untuk meraup basis pemilih tradisional. Dengan hadir langsung menyelesaikan persoalan sehari-hari warga di tingkat lokal, mesin partai dinilai bakal lebih siap menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif di Kota Pahlawan.
Strategi jemput bola ini diharapkan mampu mengonversi kantong-kantong suara di kelurahan hingga gang-gang sempit menjadi lumbung suara potensial. Jika konsolidasi akar rumput ini berjalan konsisten, bukan perkara mustahil bagi Partai Golkar Surabaya untuk mengamankan satu fraksi yang signifikan di gedung dewan.