Loading
Bandar Bola Kabayan News Surabaya Bandar Bola Kabayan News Surabaya
/home / teknologi / Krisis Pengangguran Sarjana di Asia...
TEKNOLOGI

Krisis Pengangguran Sarjana di Asia Membludak, IMF Ungkap Penyebabnya

By Dea Sefilla Reynata • 2 min read • 22 September 2026
Ilustrasi pengangguran lulusan sarjana dan tantangan dunia kerja di Asia

Ilustrasi pengangguran lulusan sarjana dan tantangan dunia kerja di Asia

Dana Moneter Internasional menyoroti fenomena mengkhawatirkan terkait gelombang pengangguran di kalangan kaum muda berpendidikan tinggi di berbagai negara kawasan Asia yang terus meroket.

Berdasarkan laporan terbaru lembaga tersebut, tingkat pengangguran pemuda berpendidikan pascasarjana di sejumlah wilayah Asia Selatan bahkan dilaporkan telah menembus angka lebih dari 40 persen.

Sri Lanka tercatat menjadi negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di kategori ini mencapai 43 persen untuk usia 15 hingga 24 tahun, disusul ketat oleh India dan Bangladesh.

Menurut analisis dari pengamatan tim redaksi, kondisi ini menggambarkan adanya jurang pemisah yang lebar atau ketidaksesuaian mendasar antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan riil industri.

Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF, Krishna Srinivasan, mengungkapkan bahwa tenaga kerja muda yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi kini semakin kesulitan menemukan posisi yang sepadan.

"Tenaga kerja muda yang berpendidikan tinggi kesulitan menemukan posisi yang sesuai dengan kualifikasi mereka," ujar Srinivasan dalam laporannya.

Tidak hanya di Asia Selatan, tantangan serupa juga membayangi negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia yang mencatat angka pengangguran pemuda terdidik di kisaran 18 persen.

Situasi pasar kerja global diprediksi bakal semakin tertekan dengan masifnya adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang berpotensi memangkas posisi kerja tingkat pemula.

Kehadiran teknologi canggih tersebut dikhawatirkan menutup pintu masuk utama bagi para pencari kerja fresh graduate yang mengandalkan pengalaman awal di sektor administratif maupun teknis.

Berdasarkan proyeksi masa depan, tantangan ekonomi ini menuntut reformasi pendidikan yang lebih adaptif agar mampu mengimbangi perubahan teknologi dan lonjakan angkatan kerja global.

Topics
pengangguran sarjana imf pasar kerja kecerdasan buatan ekonomi asia pendidikan tinggi sri lanka india
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Dea adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu ekonomi, bisnis, dan keuangan. Lulusan Universitas Brawijaya (UB), ia menyajikan berita ekonomi yang mudah dipahami namun tetap mendalam. Liputannya mencakup kebijakan ekonomi, pasar modal, UMKM, dan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.