Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah progresif dalam membenahi penyaluran bantuan sosial dengan mengerahkan belasan ribu tenaga pendamping. Berdasarkan laporan resmi, sebanyak 14.094 orang telah didaftarkan sebagai agen Perlindungan Sosial Digital guna memperkuat akurasi data penerima bansos di wilayah setempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Bisukma Kurniawati, belasan ribu agen tersebut terjun langsung ke lapangan untuk membantu proses pendataan. Selain itu, mereka juga mendampingi warga yang mengalami kendala saat melakukan sanggahan melalui aplikasi Perlinsos secara mandiri.
"Total agen Perlinsos Digital di Kota Surabaya 14.094 orang. Kami berharap uji coba Perlinsos Digital ini dapat memastikan ketepatan data penerima bansos," ujar Bisukma saat memberikan keterangan kepada awak media.
Berdasarkan analisis tim redaksi, pelibatan belasan ribu agen ini merupakan langkah strategis mengingat skala wilayah Kota Pahlawan yang cukup masif dengan populasi mencapai sekitar tiga juta jiwa. Ribuan agen tersebut berasal dari berbagai unsur gabungan, mulai dari ASN Pemkot, kepala OPD, camat, lurah, hingga pengurus RT dan RW.
Selain aparat wilayah, optimalisasi pendataan ini turut melibatkan Pendamping Program Keluarga Harapan serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan. Setiap Organisasi Perangkat Daerah juga mendapat pembagian tugas khusus untuk mendampingi kecamatan tertentu agar proses verifikasi berjalan efektif.
Hingga saat ini, para agen Perlinsos tercatat telah merampungkan survei terhadap lebih dari satu juta Kepala Keluarga penerima bantuan. Dari hasil verifikasi lapangan tersebut, pemerintah daerah optimis penyaluran bantuan sosial ke depan akan jauh lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.