Loading
Bandar Bola Kabayan News Surabaya Bandar Bola Kabayan News Surabaya
/home / teknologi / Penjelasan Dokter Hewan Soal Kucing...
TEKNOLOGI

Penjelasan Dokter Hewan Soal Kucing Berkostum Pasif, Begini Faktanya

By Dwi Intan Sulistiana • 2 min read • 22 September 2026
Kucing berkostum yang terlihat pasif di kawasan Jalan Tunjungan Surabaya

Kucing berkostum yang terlihat pasif di kawasan Jalan Tunjungan Surabaya

Kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya, baru-baru ini mendadak ramai menjadi sorotan publik di media sosial setelah kemunculan sejumlah kucing menggemaskan namun berpenampilan mengenakan kostum unik. Di tengah keramaian pusat kota tersebut, perilaku hewan-hewan berbulu ini justru menuai perdebatan hangat lantaran dinilai tampak sangat pasif dan lesu.

Berdasarkan analisis awak media dan pengamatan tim redaksi, isu ini bermula dari unggahan viral di platform media sosial Threads oleh akun @ekarahmafh yang mencurigai adanya kejanggalan. Pengunjung tersebut menduga bahwa kondisi lemas yang dialami para kucing bukan sekadar kelelahan akibat eksploitasi, melainkan ada indikasi kuat penggunaan obat penenang atau obat tidur agar hewan-hewan itu lebih penurut.

Menanggapi kehebohan tersebut, Pemerhati Konservasi dan Animal Welfare dari Divisi Klinik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair), Dr. Boedi Setiawan, M.P., drh., memberikan penjelasan mendalam. Menurutnya, secara biologis kucing memang memiliki siklus istirahat yang sangat panjang dibandingkan hewan peliharaan lainnya, di mana waktu tidur normal berkisar antara 12 hingga 16 jam per hari.

Lebih lanjut, Dr. Boedi menjelaskan bahwa pola aktivitas kucing umumnya terbagi secara alami pada pagi dan sore hari. Selepas makan dan merasa kenyang, terutama pada malam hari, hewan tersebut lazimnya akan menghabiskan waktu yang cukup panjang untuk tidur pulas tanpa ada gangguan medis.

Kendati demikian, pihak ahli tetap tidak menutup mata terhadap berbagai spekulasi miring yang berkembang di tengah masyarakat luas. Sebagaimana dilaporkan, Dr. Boedi menegaskan bahwa kondisi pasif yang terlihat di lapangan belum bisa dipastikan sepenuhnya murni karena siklus tidur atau akibat intervensi zat kimia tertentu.

Mengakhiri keterangannya, pakar kesehatan hewan tersebut mendesak agar pihak-pihak terkait segera memberikan klarifikasi terbuka guna meluruskan duduk perkara yang sebenarnya. Publik tentu berharap kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas utama agar tidak ada pihak yang merugikan atau mengeksploitasi hewan demi kepentingan semata.

Topics
kucing berkostum jalan tunjungan surabaya dokter hewan unair animal welfare viral
Jurnalis Sosial & Budaya

Dwi Intan adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Lulusan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), ia memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial budaya dan kearifan lokal. Tulisannya mengangkat cerita-cerita inspiratif dan isu-isu kemanusiaan.