Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat menuntaskan persoalan genangan air yang kerap melanda kawasan Simo Pomahan dan Simo Kalangan. Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) Kota Surabaya, penanganan dilakukan secara komprehensif dengan memadukan pengerukan endapan lumpur dan pelebaran saluran air.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media terhadap laporan penanganan di lapangan, sistem drainase di kawasan Simo memiliki karakteristik yang saling terhubung antara satu jalur dengan jalur lainnya. Pendekatan berbasis sistem ini diterapkan agar aliran air dari permukiman warga dapat terdistribusi secara merata menuju pintu air Greges dan Balongsari.
Menurut keterangan Kepala Rayon Tandes Bidang Drainase DSABM Surabaya, Marvin Novinto, pihaknya mengerahkan dua tim kerja sekaligus untuk mempercepat proses pengerukan sedimentasi yang sudah menumpuk sejak tahun 2013. "Jadi ada 2 tim yang dibagi, tim satu mulai menguruk dari ujung dekat jembatan, dan satunya lagi dekat daerah Kalangan sana, masing-masing pakai excavator," ujar Marvin seperti dikutip dari laporan resmi.
Selain pengerukan sedimen setebal dua meter tersebut, pelebaran saluran juga digencarkan agar volume air hujan tidak lagi melimpas ke area permukiman warga. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa pembenahan infrastruktur drainase jalan raya ini menjadi kunci utama agar kawasan perkampungan di sekitarnya ikut aman dari ancaman banjir.