Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap aksi kemanusiaan dengan menyerahkan piagam penghargaan dan lencana kehormatan. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, penghargaan tersebut diberikan kepada ratusan warga yang telah mendedikasikan diri sebagai pendonor darah sukarela.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, prosesi penyematan lencana dilakukan secara simbolis kepada para perwakilan penerima. Mengutip laporan resmi, sebanyak 647 warga Jawa Timur tercatat sukses mendonorkan darah hingga 75 kali secara konsisten tanpa pamrih.
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya memperluas basis pendonor sukarela, terutama di wilayah kabupaten yang potensinya masih sangat besar. Sebagaimana dilaporkan oleh awak media, terdapat kesenjangan partisipasi antara daerah perkotaan dengan kabupaten seperti Mojokerto dan Malang.
Menurut analisis yang dihimpun dari berbagai sumber, sinergi antara Palang Merah Remaja dan gerakan Pramuka di sekolah-sekolah menjadi kunci strategis jangka panjang. Langkah ini dinilai efektif untuk menanamkan jiwa sosial dan budaya donor darah sejak usia dini bagi generasi muda.
Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh pemerintah provinsi secara berkelanjutan. Rencana pembangunan Unit Donor Darah kedua di Surabaya juga disiapkan guna mendongkrak kapasitas layanan kesehatan.
Sementara itu, salah satu penerima penghargaan bernama Joko Rustriyanto mengungkapkan rasa syukurnya setelah rutin mendonorkan darah sejak usia muda. Semangat kepedulian ini diharapkan terus menginspirasi masyarakat luas untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.