Kisah ambisius Manchester City di bursa transfer kembali menjadi sorotan publik menyusul berbagai perbincangan hangat di dunia sepak bola internasional. Mengutip laporan dari SportBible, klub kaya raya asal Inggris tersebut pernah mencatatkan sejarah transfer yang mencengangkan dengan melayangkan tawaran fantastis kepada bintang AC Milan saat itu, Kaka. Langkah berani ini terjadi tidak lama setelah kepemilikan klub berpindah tangan ke konsorsium asal Abu Dhabi pada tahun 2008 yang langsung mengubah peta kekuatan finansial sepak bola Eropa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan catatan sejarah bursa transfer Januari 2009, manajemen Manchester City mengajukan mahar senilai 100 juta poundsterling untuk mendatangkan pemenang Ballon d'Or tersebut ke Etihad Stadium. Nilai tersebut bahkan jauh melampaui rekor transfer dunia yang sebelumnya dipegang oleh kepindahan Zinedine Zidane dari Juventus ke Real Madrid. Tidak hanya itu, klub berjuluk The Citizens juga menyiapkan gaji selangit sebesar 500 ribu poundsterling atau setara dengan kisaran 10 miliar rupiah per pekan untuk meyakinkan sang playmaker asal Brasil agar mau merumput di Premier League.
Dalam pengakuannya beberapa waktu silam, Kaka menceritakan bahwa negosiasi antara dirinya dan pihak klub Manchester City sempat berjalan sangat jauh hingga tahap detail kontrak. Gelandang serang elegan tersebut bahkan sempat membayangkan bagaimana kehidupannya bersama keluarga jika pindah ke Inggris. "Negosiasi antara City dan saya berjalan sangat jauh, semua nomor dan detail kecil telah didiskusikan serta tawaran sudah ada di meja," kenang Kaka menceritakan momen menegangkan dalam kariernya.
Namun, di balik gemerlapnya tawaran finansial yang luar biasa besar, Kaka akhirnya memutuskan untuk menolak pinangan tersebut demi bertahan di San Siro bersama AC Milan. Keputusan besar itu diambil setelah ia melihat langsung bentuk kecintaan yang luar biasa dari para pendukung setia Rossoneri yang melakukan aksi protes di luar markas klub. Dukungan emosional dari para suporter serta restu keluarga membuat sang pemain memilih untuk tetap mengenakan seragam merah hitam sebelum akhirnya pindah ke Real Madrid beberapa bulan kemudian.
Dari analisis awak media, manuver transfer era awal kepemilikan Abu Dhabi tersebut memberikan gambaran jelas mengenai kekuatan finansial masif yang dibangun Manchester City sejak belasan tahun lalu. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kebijakan belanja jorjoran ini kini kembali menjadi bahan perbincangan hangat di tengah sorotan investigasi finansial yang melibatkan klub Liga Inggris tersebut. Kendati sejarah transfer masa lalu itu gagal terwujud, kisah tawaran megah untuk Kaka tetap menjadi salah satu momen paling ikonik dalam era modern sepak bola Eropa.