Skandal penyalahgunaan narkotika yang melibatkan sejumlah pejabat legislatif di Jawa Timur terus menuai perhatian publik. Terbaru, Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Banyuwangi akhirnya angkat bicara merespons kabar penangkapan salah satu kadernya yang terjaring dalam penggerebekan di sebuah hotel.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Banyuwangi Suwito menyatakan bahwa pihaknya hingga kini masih belum menerima informasi atau konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait keterlibatan anggota dewan berinisial ADR tersebut. "Kami sampai detik ini belum mendapatkan konfirmasi dari penegak hukum, dari pihak Surabaya," ujarnya kepada awak media.
Menurut analisis tim redaksi, lambatnya koordinasi resmi antarlembaga seringkali memicu simpang siur informasi di ruang publik, terutama dalam kasus sensitif yang menyeret pejabat publik. Suwito menambahkan bahwa dirinya telah berupaya menghubungi yang bersangkutan secara langsung, namun belum membuahkan hasil.
Lebih lanjut, Suwito menegaskan bahwa pihaknya tetap memegang teguh asas praduga tak bersalah sebelum ada kejelasan hukum yang sah. Tindakan tegas dari lembaga kehormatan dewan baru akan diproses setelah mendapatkan bukti otentik dari aparat penegak hukum yang menangani perkara tersebut.
Berdasarkan keterangan tambahan, kunjungan kader Partai Gerindra tersebut ke Surabaya dipastikan tidak berkaitan dengan agenda kedinasan maupun tugas kepartaian resmi. Keberadaan yang bersangkutan di kota pahlawan tersebut murni untuk keperluan pribadi di luar kapasitasnya sebagai wakil rakyat.