Dampak musim kemarau panjang di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, kini semakin meluas dan tidak hanya melanda wilayah perdesaan saja. Krisis air bersih dilaporkan telah merembet hingga ke kawasan pusat perkotaan, salah satunya dirasakan oleh warga di Jalan Aji Gunung, Kelurahan Gunung Sekar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, meluasnya krisis air bersih ke area perkotaan menunjukkan betapa masifnya tekanan cuaca kering pada tahun ini. Pasokan air untuk kebutuhan harian warga di kawasan tersebut sering kali tersendat akibat debit sumber air yang terus menyusut.
"Penyaluran air sering tersendat karena sumber air PDAM berkurang," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin.
Mengutip laporan tim di lapangan, kondisi terganggunya saluran air bersih ini memaksa masyarakat perkotaan untuk lebih bergantung pada tangki penampungan cadangan. Bahkan, sejumlah permukiman terpaksa membatasi pemakaian air sehari-hari hanya untuk kebutuhan mendesak seperti memasak dan mandi.
Untuk merespons situasi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang terus bergerak aktif menyisir titik-titik terparah. Armada truk tangki dikerahkan secara intensif guna mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah yang masuk kategori kering kritis.
"Untuk mengatasi kekeringan, kami terus melakukan droping air bersih ke desa-desa yang mengalami kering kritis," ujar Hozin.
Lebih lanjut, Hozin menjelaskan bahwa prioritas distribusi diberikan kepada pelosok desa serta permukiman warga yang benar-benar kehabisan sumber air. Di tengah keterbatasan tersebut, aksi solidaritas dari pihak swasta turut meringankan beban pemerintah dengan ikut mengirimkan bantuan air bersih secara berkala.
"Selain droping air dilakukan BPBD, masyarakat terdampak kekeringan juga dibantu droping air bersih dari pihak swasta," jelasnya.
Kendati kolaborasi penanganan darurat ini berjalan lancar, BPBD Sampang tetap mengimbau masyarakat agar senantiasa berhemat dalam menggunakan air bersih. Pasalnya, cuaca terik diperkirakan masih akan bertahan cukup lama sebelum musim penghujan tiba pada pertengahan Desember mendatang.