Penantian panjang warga di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, untuk menikmati infrastruktur jalan yang layak akhirnya terjawab setelah dua dekade lebih. Ruas jalan penghubung dari Kecamatan Kwanyar menuju Kecamatan Labang serta Jalan Raya Sukolilo mendadak jadi sorotan karena baru tersentuh perbaikan usai dibiarkan rusak selama 21 tahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Meskipun merasa bersyukur dan senang karena akses mobilitas mereka kini jauh lebih baik, masyarakat setempat justru dihadapkan pada kendala baru di lapangan. Sisa-sisa material konstruksi berupa pasir dan debu tebal yang tertinggal di badan jalan kini beterbangan dan menebar ancaman bagi keselamatan para pengendara.
Salah seorang warga bernama Sanawi mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sangat merepotkan pengendara sepeda motor yang melintas setiap hari. "Di sini memang sudah lama tidak diperbaiki, alhamdulillah sekarang sudah mulus, tapi karena kering jadi bekas pasir dan debunya itu justru mengganggu saat kita melintas, apalagi kalau ada mobil dan kami motoran di belakangnya itu debunya masuk mata," ucap Sanawi.
Menanggapi keluhan yang meresahkan tersebut, Bupati Bangkalan Lukman Hakim langsung bergerak cepat dengan turun ke lapangan. Bersama Sekretaris Komisi I DPRD Bangkalan Nur Hakim, ia meninjau langsung lokasi untuk melihat seberapa parah gangguan debu yang dikeluhkan oleh masyarakat sekitar.
Menurut pengamatan langsung di lokasi, tumpukan material yang belum dibersihkan memang terbukti menghambat kenyamanan pengguna jalan raya. "Kemarin kami sudah lihat langsung, ternyata memang masih banyak pasir dan debu yang beterbangan sehingga mengganggu pengguna jalan," ucap Lukman.
Pemerintah daerah langsung mengambil tindakan tegas dengan menginstruksikan pihak ketiga selaku pelaksana proyek agar segera melakukan pembersihan menyeluruh. Pihaknya meminta agar sisa material segera disingkirkan demi keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari memanfaatkan jalur utama tersebut.
Berdasarkan penjelasan pihak berwenang, pengerjaan infrastruktur ini saat ini masih berada pada tahap Lapis Pondasi Agregat atau LPA. Setelah tahapan tersebut selesai dan struktur tanah menjadi padat, proses pengerjaan akan dilanjutkan dengan melapisi aspal hotmix agar jalan benar-benar sempurna.
Dari analisis awak media, respons cepat dari kepala daerah ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek infrastruktur agar tidak menimbulkan masalah ikutan bagi warga. Selain fokus pada ruas jalan tersebut, pemerintah setempat juga memastikan bahwa perbaikan lanjutan untuk jalur Labang menuju Kamal akan segera dimasukkan dalam alokasi anggaran tahun berikutnya.