Loading
Bandar Bola Kabayan News Surabaya Bandar Bola Kabayan News Surabaya
/home / daerah / Santri di Pamekasan Patah Tulang,...
DAERAH

Santri di Pamekasan Patah Tulang, Dianiaya Tujuh Orang Karena Dituduh Mencuri

By Dwi Intan Sulistiana • 1 min read • 5 Oktober 2026
Ilustrasi penanganan kasus kekerasan anak dan remaja oleh kepolisian

Ilustrasi penanganan kasus kekerasan anak dan remaja oleh kepolisian

Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan kembali mencuat setelah seorang santri berinisial AN (17) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengalami luka parah hingga patah tulang akibat dugaan penganiayaan brutal yang dilakukan oleh tujuh orang.

Berdasarkan analisis awak media dari laporan yang dihimpun, insiden tragis ini bermula ketika korban dituduh melakukan pencurian uang di lingkungan pondok pesantren tempatnya menimba ilmu di kawasan Kecamatan Batumarmar.

Menurut keterangan tetangga korban berinisial BM, aksi penganiayaan tersebut diduga dilakukan secara beruntun oleh beberapa oknum pengurus serta sesama santri sejak Selasa pekan sebelumnya karena korban enggan mengakui tuduhan tersebut.

Akibat siksaan fisik yang bertubi-tubi, korban menderita luka lebam di sekujur tubuh, pembengkakan pada bagian mata, hingga mengalami patah tulang di bagian pinggul serta kesulitan menggerakkan kepalanya.

Kondisi memprihatinkan tersebut baru terungkap ketika pihak keluarga datang berkunjung ke pesantren dan mendapati korban dalam keadaan sakit parah sebelum akhirnya membawanya pulang untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Yoyok Hardianto menyatakan bahwa pihaknya hingga kini masih menunggu laporan resmi dari pihak keluarga korban guna menindaklanjuti video bukti penganiayaan yang telah dikantongi.

Topics
pamekasan santri penganiayaan kriminal polres pamekasan jawa timur pendidikan
Jurnalis Sosial & Budaya

Dwi Intan adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Lulusan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), ia memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial budaya dan kearifan lokal. Tulisannya mengangkat cerita-cerita inspiratif dan isu-isu kemanusiaan.