Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan kembali mencuat setelah seorang santri berinisial AN (17) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengalami luka parah hingga patah tulang akibat dugaan penganiayaan brutal yang dilakukan oleh tujuh orang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dari laporan yang dihimpun, insiden tragis ini bermula ketika korban dituduh melakukan pencurian uang di lingkungan pondok pesantren tempatnya menimba ilmu di kawasan Kecamatan Batumarmar.
Menurut keterangan tetangga korban berinisial BM, aksi penganiayaan tersebut diduga dilakukan secara beruntun oleh beberapa oknum pengurus serta sesama santri sejak Selasa pekan sebelumnya karena korban enggan mengakui tuduhan tersebut.
Akibat siksaan fisik yang bertubi-tubi, korban menderita luka lebam di sekujur tubuh, pembengkakan pada bagian mata, hingga mengalami patah tulang di bagian pinggul serta kesulitan menggerakkan kepalanya.
Kondisi memprihatinkan tersebut baru terungkap ketika pihak keluarga datang berkunjung ke pesantren dan mendapati korban dalam keadaan sakit parah sebelum akhirnya membawanya pulang untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Yoyok Hardianto menyatakan bahwa pihaknya hingga kini masih menunggu laporan resmi dari pihak keluarga korban guna menindaklanjuti video bukti penganiayaan yang telah dikantongi.