Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Klimatologi Jawa Timur mengumumkan bahwa awal musim hujan untuk periode 2026 hingga 2027 di wilayah Jawa Timur mengalami kemunduran dari jadwal normalnya. Sebagian besar daerah di provinsi ini diperkirakan baru akan diguyur hujan secara intensif pada Desember mendatang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dan pengamatan awak media dari laporan resmi BMKG, fenomena global seperti El Nino berintensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole atau IOD Positif menjadi faktor utama di balik pergeseran iklim ini. Kondisi atmosfer tersebut diprediksi terus bertahan hingga awal tahun depan.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur Anung Suprayitno menyatakan bahwa dinamika cuaca ini berdampak langsung pada pergeseran jadwal di puluhan Zona Musim yang ada di Jawa Timur. "Berdasarkan pemutakhiran pantauan dan prediksi dinamika atmosfer-lautan dari BMKG, fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat diprediksi akan terus berlangsung hingga awal tahun 2027 demikian pula Indian Ocean Dipole atau IOD diprediksi berada pada kisaran Positif hingga akhir tahun 2026," jelas Anung.
Pergeseran tersebut mencakup sekitar 96,6 persen dari total luas daratan di Jawa Timur, di mana mayoritas wilayah baru akan merasakan musim hujan pada akhir tahun. Situasi ini menuntut kesiapan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi ancaman kekeringan pertanian maupun hidrometeorologi.
Menanggapi hal tersebut, pihak BMKG mengimbau pemerintah daerah serta masyarakat untuk segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang komprehensif. Upaya antisipasi dini ini sangat penting guna menekan risiko kerugian di sektor pangan, ketersediaan air bersih, serta potensi bencana alam.
"BMKG mengimbau agar informasi ini dijadikan sebagai bentuk Peringatan Dini atau Early Warning, dalam rangka perencanaan, aksi dini atau Early Action pengurangan risiko sektoral melalui kebijakan adaptif dan respon cepat tepat," tegas Anung menutup keterangannya.