Loading
Bandar Bola Kabayan News Surabaya Bandar Bola Kabayan News Surabaya
/home / daerah / Kasus ISPA di Jawa Timur melonjak,...
DAERAH

Kasus ISPA di Jawa Timur melonjak, kelompok rentan wajib waspada

By Dwi Intan Sulistiana • 3 min read • 2 Oktober 2026
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan saluran pernapasan di fasilitas kesehatan

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan saluran pernapasan di fasilitas kesehatan

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan yang cukup mengkhawatirkan selama periode musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut memicu perhatian serius dari instansi kesehatan daerah untuk mengantisipasi potensi penularan yang lebih luas di tengah masyarakat.

Berdasarkan analisis tim redaksi, perubahan cuaca ekstrem serta kondisi lingkungan yang kering selama musim kemarau menjadi faktor pemicu utama meningkatnya polusi udara dan penyebaran patogen penyebab gangguan pernapasan. Situasi ini menuntut kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan saluran napas.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mencatat adanya lonjakan kasus yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata kasus bulanan yang sebelumnya berada di angka 117.000 kasus pada tahun 2025, kini melonjak drastis menjadi 147.000 kasus pada periode Agustus tahun ini.

Berdasarkan data instansi terkait, wilayah dengan tingkat penularan tertinggi tersebar di beberapa daerah utama, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Malang, serta Kota Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, menjelaskan bahwa infeksi ini sebenarnya tergolong sebagai penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu satu hingga dua minggu. Kendati demikian, risiko tinggi tetap mengintai kelompok masyarakat dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

"Cuma yang jadi masalah adalah kalau terjadi pada kelompok imunitas rendah. Misalnya bayi, lansia, ibu hamil, maupun penyakit komorbid, itu yang harus hati-hati," ungkap Erwin saat memberikan keterangan pers.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap siaga. Apabila merasakan keluhan kesehatan pada saluran pernapasan yang tidak kunjung membaik, warga disarankan untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna mendapatkan diagnosis yang akurat.

"Karena yang kita khawatirkan di lansia mungkin bukan hanya virus, tapi sudah ada bakteri. Itu yang membuat kita perlu perawatan lebih baik lagi," tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan mandiri, masyarakat diminta untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga asupan gizi seimbang, serta menghindari kebiasaan buruk yang dapat merusak kualitas organ pernapasan.

"Hindari es, hindari gorengan, maaf hindari merokok, supaya kualitas saluran napas kita baik. Kemudian istirahat dan minum obat sesuai kebutuhan. Harapannya satu dua minggu akan membaik dengan sendirinya," terangnya.

Selain masyarakat umum, kalangan tenaga kesehatan di rumah sakit juga diingatkan untuk disiplin menggunakan masker guna meminimalisir risiko penularan selama bertugas menangani pasien.

Sebagaimana dilaporkan awak media, pengawasan ketat terhadap kondisi kesehatan individu serta lingkungan sekitar menjadi kunci utama dalam menekan laju penyebaran ISPA di tengah masyarakat Jawa Timur.

Topics
ispa jawa timur dinas kesehatan jatim kesehatan surabaya musim kemarau
Jurnalis Sosial & Budaya

Dwi Intan adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Lulusan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), ia memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial budaya dan kearifan lokal. Tulisannya mengangkat cerita-cerita inspiratif dan isu-isu kemanusiaan.