Kepastian mengenai kelanjutan kalender balap Formula 1 musim 2026 akhirnya menemui titik terang setelah CEO F1 Stefano Domenicali memberikan pernyataan resmi. Di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, pihak penyelenggara menegaskan bahwa seri balapan di Qatar dan Abu Dhabi dipastikan tetap berjalan sesuai rencana awal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Sky Sports Italia, Domenicali menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan informasi dan asesmen keamanan terkini. "Itu adalah arah yang telah kami pilih, berdasarkan informasi yang kami miliki, dan tentu saja tunduk pada jaminan keselamatan yang mutlak diperlukan," ujarnya menjelang sesi kualifikasi.
Kendati demikian, otoritas F1 tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila eskalasi konflik di wilayah tersebut kian memburuk. Menurut pengamat F1 Jon Noble serta konfirmasi dari prinsipal tim Haas Ayao Komatsu, sirkuit Imola di Italia telah disiapkan sebagai opsi plan B jika balapan di kawasan Teluk tersebut harus dibatalkan.
Di sisi lain, rencana keberlangsungan balapan ini sempat mendapat sorotan tajam dari sejumlah pembalap papan atas. Bintang Red Bull Racing Max Verstappen sempat melontarkan kritik terbuka, menyatakan bahwa ajang sebesar F1 seharusnya mempertimbangkan ulang kehadiran mereka di wilayah yang tengah berkonflik demi alasan kemanusiaan dan keamanan.