Suasana pagi di kawasan Klaster San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara I, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, mendadak berubah mencekam setelah diguncang ledakan dahsyat pada Selasa pagi. Berdasarkan laporan di lapangan, insiden mengerikan tersebut merusak belasan ruko serta memicu kepanikan massal di kalangan warga dan penghuni sekitar yang langsung berhamburan keluar bangunan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dari rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, kekuatan ledakan tersebut tampak begitu masif hingga meruntuhkan tembok sebuah toko sepatu dan menghancurkan area kasir. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, gelombang kejut dari musibah ini turut menghancurkan kaca bangunan di sekitarnya serta merusak sejumlah kendaraan yang terparkir di dekat titik sumber ledakan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengungkapkan bahwa malapetaka tersebut bersumber dari Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi saat aktivitas memasak sedang berlangsung. "Tadi sekitar pukul 07.00 ketika koki sedang memasak, memang sempat mencium bau gas, kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," ujar Kombes Luthfie menjelaskan detik-detik awal peristiwa tersebut.
Hasil olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan mendalam yang melibatkan Tim Gegana Polda Jatim memastikan bahwa insiden ini murni bersumber dari fenomena kebocoran gas, bukan ledakan bom. Sebagaimana dijelaskan Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi, peristiwa ini mengarah pada BLEVE atau tekanan gas terakumulasi dalam ruangan tertutup yang kemudian memicu kehancuran masif.
Dampak kerusakan akibat insiden ini tergolong sangat masif melanda puluhan bangunan komersial maupun hunian warga di sekitar lokasi kejadian. Mengutip data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Surabaya, total terdapat puluhan bangunan yang mengalami tingkat kerusakan ringan hingga berat, disertai laporan lima orang korban luka bakar yang kini tengah mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit.
Setelah proses olah tempat kejadian perkara serta sterilisasi area rampung dilakukan oleh aparat gabungan kepolisian, akses jalan di kawasan tersebut akhirnya kembali dibuka untuk umum. Petugas kepolisian bersama instansi terkait kini masih terus mengamankan sejumlah barang bukti untuk merampungkan investigasi menyeluruh atas penyebab pasti kebocoran gas tersebut.