Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan komitmennya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan ajang lari di Kota Pahlawan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Langkah tegas ini diambil menyusul banyaknya keluhan yang datang dari masyarakat akibat penutupan sejumlah ruas jalan selama kegiatan lomba lari jarak jauh berlangsung.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kegiatan lari mulai dari kategori 5K hingga full marathon yang digelar awal Oktober lalu memang sempat memicu kepadatan arus lalu lintas di beberapa titik.
Menanggapi hal tersebut, Eri Cahyadi menyatakan bahwa pihak pemerintah kota akan memperketat koordinasi serta mengoptimalkan sosialisasi kepada warga agar pengendara dapat mengantisipasi jalur alternatif sejak dini.
"Nanti evaluasi sosialisasi akan lebih dimasifkan kalau ada event maraton, sehingga bisa tidak melewati jalan itu sementara sampai waktu penutupan," ujar Eri Cahyadi dalam keterangannya.
Selain penambahan sosialisasi, pemerintah juga akan menyiagakan lebih banyak petugas di lapangan guna mengarahkan para pengendara kendaraan bermotor agar tidak terjebak kemacetan di area lintasan lari.
Menurut penjelasan orang nomor satu di Surabaya itu, penutupan jalur secara khusus memang hanya diberlakukan pada ajang marathon berskala besar yang turut melibatkan pelari internasional.
Meski demikian, pemkot tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kenyamanan mobilitas warga kota dengan kesuksesan agenda pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism.
Dari analisis awak media, pelaksanaan event olahraga semacam ini terbukti mendatangkan dampak positif yang masif terhadap pergerakan ekonomi kerakyatan, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah.
Eri Cahyadi menambahkan bahwa perputaran ekonomi dari sektor pariwisata olahraga tersebut bahkan mampu mencatatkan angka fantastis hingga puluhan miliar rupiah.
"UMKM dan perekonomian bergerak hingga Rp 70 miliar," pungkasnya menutup keterangan terkait pentingnya agenda lari bagi peningkatan pendapatan asli daerah.