Kawasan komersial Pakuwon City San Antonio di Jalan Kalisari Utara, Surabaya, Jawa Timur, mendadak mencekam setelah sebuah ledakan dahsyat memporak-porandakan sejumlah bangunan pada Selasa pagi. Berdasarkan pantauan di lapangan, insiden yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB tersebut memicu kepanikan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dari hasil investigasi awal dan pengamatan tim redaksi, ledakan tersebut kuat dugaan bersumber dari kebocoran tabung elpiji di salah satu rumah makan setempat, yakni Nasi Tempong Sri Dewi San Antonio. Kekuatan ledakan yang sangat besar membuat separuh bangunan rumah makan hancur lebur, dengan jendela pecah berkeping-keping serta bagian tembok dan plafon lantai bawah yang runtuh seketika.
Dampak kerusakan ternyata tidak hanya terpusat pada satu titik saja. Bangunan ruko yang berada tepat di sebelah kiri rumah makan ikut terdampak parah dengan kaca serta jendela yang hancur berkeping-keping. Berdasarkan pendataan lanjutan, tercatat ada sekitar 20 ruko di sekitar lokasi kejadian yang mengalami kerusakan pada bagian pintu, jendela, hingga kanopi akibat getaran hebat ledakan.
Aparat kepolisian yang bergerak cepat langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sejumlah armada darurat yang terdiri dari satu unit ambulans, dua mobil pemadam kebakaran, serta satu unit mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga dikerahkan siaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Insiden mengejutkan ini juga memakan korban jiwa maupun luka-luka. Dilaporkan sebanyak lima orang pegawai rumah makan Nasi Tempong mengalami luka bakar serius akibat terjangan ledakan dan langsung dilarikan ke RSUD Haji Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menuturkan detik-detik menegangkan sebelum ledakan terjadi. Salah seorang pegawai kedai bakmi bernama Rangga menceritakan bahwa dirinya sempat mendengar suara gemuruh yang cukup kuat dari arah dapur rumah makan sebelum akhirnya disusul oleh ledakan keras.
"Awalnya gemuruh, terus langsung kayak ledakan keluar begitu," ungkap Rangga saat ditemui awak media di lokasi kejadian.
Rangga menambahkan, dahsyatnya suara ledakan tersebut bahkan membuat indra pendengarannya berdenging cukup lama. Beruntung, dirinya tidak mengalami luka fisik meski pecahan kaca sempat berhamburan di dekat tempatnya bekerja, meskipun ia menyebutkan ada dua pelanggan di tempatnya yang turut mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih terus mendalami total kerugian materil serta memastikan penyebab pasti dari insiden yang menggegerkan warga Surabaya ini. Tim forensik kepolisian dikabarkan masih bekerja keras mengumpulkan berbagai bukti pendukung di sekitar lokasi kejadian.