Peristiwa ledakan hebat yang mengguncang kawasan San Antonio, Jalan Kalisari Utara I, Mulyorejo, Surabaya, meninggalkan duka serta kerusakan material yang cukup masif pada bangunan di sekitarnya. Berdasarkan laporan di lapangan, insiden ini memicu gelombang kejut kuat yang merusak struktur fasad pertokoan hingga membuat atap pemukiman warga di sekitar lokasi kejadian mengalami kerusakan parah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari pengamatan tim redaksi, besarnya daya rusak ledakan tersebut mengindikasikan tingginya tekanan udara yang dilepaskan ke lingkungan sekitar. Komandan Rescue, Muhammad Didik Hari Santoso, menyatakan bahwa kerusakan pada ruko umumnya terkonsentrasi di bagian lantai dua dan fasad depan, sementara atap perumahan di balik titik utama ledakan ambrol akibat terjangan material bangunan yang runtuh.
"Kalau yang di balik TKP itu adalah perumahan, rata-rata atapnya yang ambrol, kalau yang di sini rata-rata hanya kaca. Atap ini dampak dari kaca juga yang di lantai dua. Dia pecah juga, akhirnya jatuhnya ke sini," ujar Didik dalam keterangannya yang dirilis pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Selain memecahkan kaca dan merontokkan genteng, terjangan gelombang tekanan tersebut juga melengkungkan sejumlah pintu ruko hingga macet dan sulit diakses oleh pemiliknya. Guna mengantisipasi bahaya susulan, tim gabungan yang terdiri dari 15 personel rescue dan dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya langsung dikerahkan sejak pagi hari untuk melakukan pembersihan material berbahaya.
Sebagaimana dilaporkan oleh petugas di lapangan, proses evakuasi berfokus pada pembersihan pecahan kaca serta pembongkaran paksa pintu ruko yang mengalami deformasi akibat ledakan. Langkah cepat ini diambil demi mengamankan warga yang melintas serta mempercepat proses pemulihan kawasan bisnis agar para pelaku usaha dapat kembali beraktivitas dengan normal.