Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali sesi perdagangan dengan catatan kurang memuaskan setelah bergerak ke zona merah. Tekanan jual yang meluas di kawasan regional Asia turut memberikan sentimen negatif bagi laju bursa domestik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pemantauan pasar pada pukul 10.20 WIB, IHSG mengalami koreksi sebesar 21,64 poin atau terkikis 0,35 persen hingga bertengger di level 6.171,29. Pergerakan lesu ini juga berimbas pada indeks LQ45 yang ikut tergelincir tipis 0,51 poin atau 0,08 persen ke posisi 607,65.
Berdasarkan analisis tim redaksi dari dinamika perdagangan pagi, koreksi ini merupakan bagian dari fase konsolidasi wajar di tengah tingginya volatilitas pasar regional. Meski demikian, para pelaku pasar tidak perlu panik menghadapi fluktuasi jangka pendek tersebut.
Di sisi lain, peluang pemulihan atau rebound masih terbuka lebar bagi pasar saham nasional dalam waktu dekat. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan bahwa tren pelemahan ini berpotensi berbalik arah jika katalis positif global mampu mendongkrak kembali kepercayaan investor.
Mengutip kajian dari Ratna Lim, IHSG diproyeksikan memiliki peluang penguatan lanjutan dengan menguji level resisten di kisaran 6.230 hingga 6.280 pada perdagangan hari Rabu ini. "Potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka dengan menguji level 6.230–6.280 pada perdagangan Rabu," ujar Ratna.
Lebih lanjut, penguatan bursa secara global sejak pekan lalu sebenarnya ditopang oleh sentimen positif dari lonjakan minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Selain itu, stabilitas harga minyak dunia turut menjadi penopang eksternal yang menjaga optimisme pasar keuangan.