Aparat kepolisian dari Polda Jawa Timur bergerak cepat mengamankan sejumlah barang bukti krusial dari lokasi ledakan ruko yang terjadi di kawasan Pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya. Berdasarkan laporan tim di lapangan, barang-barang yang disita petugas mencakup kipas angin, kompor gas, hingga tabung gas elpiji berkapasitas 50 kilogram yang ditemukan di titik sumber kejadian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Meski sederet barang bukti telah berhasil diamankan dari bangunan Ruko N1-62 tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka masih membutuhkan waktu untuk melakukan analisa mendalam guna memastikan pemicu utama di balik insiden maut ini. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa investigasi menyeluruh sangat diperlukan mengingat dahsyatnya dampak kerusakan yang ditimbulkan di kawasan komersial tersebut.
Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sendiri dilakukan secara gabungan oleh Tim Seksi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim bersama Laboratorium Forensik, petugas Pemadam Kebakaran, serta BPBD. Fokus penyisiran petugas tidak hanya terbatas pada satu unit ruko utama, melainkan juga memperluas area pemeriksaan ke sejumlah ruko dan rumah warga sekitar yang turut mengalami kerusakan parah.
Kepala Seksi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Sukri Istiyanto, membeberkan bahwa seluruh temuan fisik di lokasi saat ini sedang berada dalam tahap uji laboratorium secara intensif. "Barang bukti sementara yang ditemukan adalah satu tabung gas elpiji volume 50 kg beserta selang instalasinya, kipas angin, serta beberapa kompor gas satu tungku dari lantai satu," ujar Sukri selepas memimpin langsung jalannya olah TKP.
Selain kerugian material yang menimpa puluhan bangunan, insiden ledakan hebat ini juga dipastikan memakan korban luka-luka. Kompol Sukri mengonfirmasi bahwa terdapat lima orang korban dewasa yang langsung dievakuasi ke dua rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif akibat luka bakar dan dampak hantaman ledakan.
Menanggapi dugaan awal terkait aktivitas memasak di area dapur saat insiden terjadi, pihak kepolisian memilih untuk tidak berspekulasi terburu-buru. Menurut keterangan Sukri, tim Labfor masih memerlukan ketelitian tinggi dan waktu pengujian yang cukup sebelum menarik kesimpulan resmi terkait pemicu ledakan.
"Belum bisa kita simpulkan, masih dalam analisa tim Labfor Polda Jatim. Karena ini membutuhkan waktu dan ketelitian, nanti perkembangan hasil pemeriksaan akan disampaikan lebih lanjut oleh tim penyidik," pungkas Sukri menutup keterangannya kepada awak media.
Hingga Selasa malam, situasi di sekitar lokasi kejadian terp masih steril dengan terpasangnya garis polisi serta pembatas seng berwarna hijau di sekeliling area terdampak. Langkah pengamanan ini diambil guna menjaga keaslian barang bukti sekaligus memperlancar proses investigasi lanjutan yang tengah dilakukan oleh aparat berwenang.