Ketimpangan finansial di Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan kelompok usia lanjut memegang kendali ekonomi yang sangat masif. Berdasarkan laporan Bank of America Institute yang mengutip data Federal Reserve, warga berusia 55 tahun ke atas kini menguasai sekitar tiga perempat dari total kekayaan bersih nasional di tengah lonjakan pasar keuangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan tersebut, akumulasi kekayaan kelompok senior ini menembus angka USD 140 triliun atau setara dengan ribuan triliun rupiah. Lonjakan drastis ini sebagian besar didorong oleh penguatan pasar saham yang dipimpin oleh sektor teknologi dan kecerdasan buatan, di mana para investor senior mendominasi kepemilikan aset tersebut.
Dari analisis awak media, fenomena ini melahirkan apa yang disebut oleh kalangan pengamat sebagai ekonomi berbentuk huruf G. Artinya, alih-alih dibagi berdasar tingkat pendapatan konvensional, daya beli dan roda perekonomian kini sangat bergantung pada kelompok usia tua yang memiliki portofolio investasi dan waktu luang lebih banyak.
Namun di balik angka fantastis tersebut, tim redaksi mencatat adanya kesenjangan yang cukup tajam di dalam kelompok demografi itu sendiri. Sebagian besar kekayaan ternyata terkonsentrasi pada segmen elit berpenghasilan tinggi, sementara jutaan lansia lainnya masih harus bergantung sepenuhnya pada jaminan sosial untuk bertahan hidup di tengah biaya kesehatan yang kian melambung.
Situasi ini memicu peringatan dari sejumlah pakar ekonomi terkait risiko ketergantungan pasar terhadap pengeluaran kelompok minoritas yang kaya. Sebagaimana diungkapkan oleh para analis, guncangan sekecil apa pun pada sektor teknologi berpotensi memukul portofolio pensiun dan berimbas langsung pada stabilitas sektor jasa serta pariwisata.