Dunia investasi kehilangan salah satu sosok paling berpengaruh ketika wakil ketua Berkshire Hathaway, Charlie Munger, tutup usia pada usia 99 tahun. Sepanjang hidupnya, Munger dikenal sebagai pemikir tajam yang memegang teguh prinsip kesabaran, disiplin, dan kekuatan dari pertumbuhan majemuk atau compounding. Namun, di balik rekam jejak suksesnya bersama Warren Buffett, Munger memiliki pandangan yang sangat unik dan konservatif terhadap figur-figur visioner berisiko tinggi seperti bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama CNBC yang direkam hanya dua minggu sebelum kematiannya, Munger secara terbuka membahas bagaimana ia menempatkan Musk dalam apa yang ia sebut sebagai tumpukan "terlalu sulit". Hubungan tidak langsung keduanya memang sudah terjalin sejak lama, bahkan sejak hari-hari awal berdirinya Tesla di mana Munger sempat meragukan masa depan pabrikan mobil listrik tersebut. Meskipun pada akhirnya ia mengakui pencapaian Tesla sebagai sebuah keajaiban kecil, Munger tetap menolak untuk mengambil risiko yang sama.
Berdasarkan analisis awak media, Munger memandang gaya bisnis Musk sangat kontroversial karena kerap mengambil langkah agresif dengan menggunakan leverage tinggi hingga berada di ambang kehancuran. Menurut pandangan Munger, kekayaan melimpah yang dimiliki oleh seseorang seperti Musk hampir selalu dibumbui oleh elemen keberuntungan serta keberanian luar biasa dalam melipatgandakan taruhan. "Dia telah cukup beruntung dalam apa yang dia pilih untuk terus digandakan, dan kemudian dia menggunakan leverage begitu banyak sehingga dia telah menggandakannya tepat di ambang kepunahan mungkin dua atau tiga kali," ungkap Munger dalam wawancara terakhirnya.
Bagi Munger, cara terbaik untuk menjaga ketenangan mental dan portofolio investasinya adalah dengan tidak terlibat dalam pusaran risiko ekstrem tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat untuk bertaruh melawan Musk, tetapi ia juga tidak akan pernah mau bertaruh bersamanya. "Sejauh yang saya tahu, dia tidak ada. Hidup saya bekerja lebih baik jika saya memperlakukan dunia seolah-olah dia tidak ada," tegas Munger menggambarkan prinsip hidupnya yang menghindari perusahaan atau figur dengan volatilitas tinggi.
Pendekatan dingin namun realistis ini mencerminkan filosofi investasi jangka panjang yang dibangun Munger bersama Warren Buffett selama puluhan tahun. Alih-alih mengejar sensasi dari inovasi spekulatif yang sulit diukur risikonya, Munger selalu menyarankan investor untuk fokus pada bisnis yang mudah dipahami, menghindari kesalahan fatal, dan membiarkan waktu bekerja melalui mekanisme compounding. Pelajaran ini menegaskan bahwa kesuksesan finansial tidak harus dicapai dengan meniru gaya spekulatif ekstrem, melainkan dengan mengenali batas kemampuan dan kenyamanan diri sendiri dalam mengelola risiko.