Pasar teknologi global kembali dihebohkan oleh performa luar biasa dari Sandisk Corporation yang mencatatkan kenaikan saham fantastis lebih dari 640 persen sepanjang tahun ini. Lonjakan tersebut menjadikan perusahaan hasil pemisahan dari Western Digital pada Februari 2025 ini sebagai salah satu primadona baru di bursa Wall Street, bahkan sukses masuk dalam indeks S&P 100.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, fenomena ini didorong oleh ketimpangan tajam antara pasokan dan permintaan penyimpanan flash yang dibutuhkan oleh pusat data kecerdasan buatan atau AI. Pendapatan perusahaan melonjak drastis hingga 372 persen secara tahunan mencapai 8,97 miliar dolar Amerika Serikat pada kuartal yang berakhir Juli lalu, membawa perusahaan keluar dari jurang kerugian menuju laba bersih hampir 7 miliar dolar.
Guna mengantisipasi siklus volatilitas industri semikonduktor, manajemen Sandisk mengambil langkah strategis dengan mengunci pembeli untuk separuh produksi tahun fiskal ini serta dua pertiga kapasitas tahun depan. Berdasarkan laporan keuangan, kontrak jangka panjang ini dilengkapi dengan jaminan minimum finansial serta batas harga bawah dan atas untuk melindungi perusahaan dari kejatuhan pasar.
Kendati demikian, para pengamat pasar mengingatkan bahwa memori flash merupakan komoditas yang rentan mengalami kelebihan pasokan ketika para raksasa industri seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron menambah kapasitas produksi. Ujian sesungguhnya bagi Sandisk bukan sekadar volume penjualan, melainkan ketahanan harga lantai kontrak tersebut ketika harga pasar NAND mengalami penurunan di masa mendatang.
Sebagai catatan, saham Sandisk saat ini diperdagangkan sekitar 24 persen di bawah rekor tertinggi yang dicetak pada bulan Juni lalu seiring mulai dipriced-in-nya risiko siklus oleh pasar. Manajemen sendiri telah mengumumkan program pembelian kembali saham atau buyback senilai 14 miliar dolar, yang menjadi sinyal optimisme sekaligus tantangan dalam mengelola arus kas di puncak siklus industri.