Loading
Bandar Bola Kabayan News Surabaya Bandar Bola Kabayan News Surabaya
/home / teknologi / Saham Meta Catat Reli Gila-Gilaan,...
TEKNOLOGI

Saham Meta Catat Reli Gila-Gilaan, Investor Panen Cuan Besar

By Dea Sefilla Reynata • 2 min read • 26 September 2026
Grafik pergerakan saham Meta Platforms di pasar keuangan

Grafik pergerakan saham Meta Platforms di pasar keuangan

Performa luar biasa kembali ditunjukkan oleh raksasa teknologi Meta Platforms di pasar keuangan global. Berdasarkan pengamatan dan analisis pasar, harga saham perusahaan media sosial terkemuka ini melesat tajam dan berada di jalur pencapaian bulanan terbaiknya sejak tahun 2013, dengan kenaikan menembus angka 30 persen dalam waktu relatif singkat.

Sentimen positif pasar tersebut salah satunya dipicu oleh antusiasme tinggi terhadap agen kecerdasan buatan atau AI terbaru besutan perusahaan, yakni Muse. Kehadiran teknologi inovatif ini sukses mendongkrak performa saham hingga mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 13 persen hanya dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

Justin Patterson selaku Managing Director KeyBanc menyatakan bahwa saat ini adalah momentum keemasan bagi perusahaan di bawah kepemimpinan Mark Zuckerberg tersebut. Pihaknya bahkan telah menaikkan target harga saham Meta ke level USD 900 seiring dengan valuasi pendapatan masa depan yang dinilai kembali berada pada level historis yang menarik.

Meskipun demikian, perjalanan harga saham Meta menuju posisi gemilang saat ini tidak diraih dengan mudah. Sepanjang tahun 2026, para pemodal sempat dilanda kecemasan akibat lonjakan belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan serta tekanan dari berbagai sentimen negatif termasuk penyelesaian kasus hukum dengan puluhan negara bagian pada bulan Agustus lalu.

Tekanan pasar juga sempat memuncak pada bulan April dan Juli ketika harga saham mengalami koreksi tajam menyusul laporan keuangan yang dinilai kurang memuaskan serta kekhawatiran investor terhadap proyek metaverse yang menelan biaya fantastis. Catatan historis kelam pada Februari 2022 saat saham anjlok akibat penurunan pengguna harian dan kebijakan privasi Apple juga sempat membayangi.

Sebagaimana diungkapkan oleh CEO Futurum Daniel Newman, kemampuan CEO Mark Zuckerberg dalam mendengarkan masukan pemodal serta melakukan efisiensi di saat situasi sulit menjadi kunci utama pemulihan. Keputusan strategis untuk memangkas biaya dan melakukan penyesuaian arah bisnis terbukti ampuh mengembalikan kepercayaan pasar terhadap masa depan perusahaan teknologi raksasa ini.

Topics
meta platforms saham teknologi artificial intelligence bisnis wall street mark zuckerberg
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Dea adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu ekonomi, bisnis, dan keuangan. Lulusan Universitas Brawijaya (UB), ia menyajikan berita ekonomi yang mudah dipahami namun tetap mendalam. Liputannya mencakup kebijakan ekonomi, pasar modal, UMKM, dan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.