Nasib tragis menimpa seorang kakek berusia 81 tahun bernama Murdi, warga Desa Tuwuhrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Korban ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan akibat luka bakar di sekujur tubuhnya di area kebun bambu miliknya sendiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan pihak kepolisian, peristiwa nahas tersebut bermula ketika korban melakukan aktivitas rutinnya untuk membersihkan kebun yang terletak tak jauh dari kediamannya. Seperti kebiasaan sehari-hari, korban menyapu tumpukan daun kering lalu membakarnya.
Namun, situasi berubah mencekam ketika api dari pembakaran daun kering tersebut diduga merembet secara cepat ke area kebun bambu yang berada di lereng hingga dasar tebing. Korban yang menyadari api mulai membesar kemudian berupaya seorang diri untuk memadamkannya dari atas tebing.
Menurut keterangan dari pihak berwajib, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dasar jurang saat berusaha menjinakkan amukan si jago merah. Teriakan suara ledakan beruntun dari pohon bambu yang terbakar lantas mengundang perhatian sang istri yang langsung bergegas menuju kebun.
"Saat tiba di kebun, istri korban melihat korban tergeletak di dasar jurang di antara daun dan pohon bambu yang terbakar," ungkap Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni, saat dikonfirmasi awak media.
Melihat suaminya berada di tengah kobaran api, sang istri yang panik langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga yang mendengarkan teriakan tersebut langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan bantuan pemadaman.
Kendati api berhasil dijinakkan dan tubuh korban dievakuasi, nyawa sang kakek sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Dari hasil pengamatan visual kepolisian, luka bakar parah tampak merata di sekujur tubuh korban mulai dari bagian kepala, wajah, hingga kaki.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa korban sebenarnya sudah mengalami keterbatasan fisik dalam hal berjalan karena faktor usia lanjut, namun semangatnya untuk tetap beraktivitas dan membersihkan kebun terbilang sangat tinggi. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mendalami insiden tersebut guna memastikan penyebab pasti kematian korban.