Loading
Kabayan News Surabaya Kabayan News Surabaya
/home / teknologi / Saham SpaceX Anjlok Parah, Laporan...
TEKNOLOGI

Saham SpaceX Anjlok Parah, Laporan Keuangan Perdana Jadi Penentu, Aksi Jual Mengintai

By Kamal Abdullah Imadudin • 3 min read • 4 Agustus 2026
Ilustrasi roket SpaceX meluncur ke angkasa di tengah sorotan pasar keuangan global

Ilustrasi roket SpaceX meluncur ke angkasa di tengah sorotan pasar keuangan global

Berdasarkan laporan dari dunia finansial global, PT Space Exploration Technologies atau yang lebih dikenal sebagai SpaceX bersiap melaporkan kinerja keuangan kuartal keduanya yang sangat dinantikan oleh para pelaku pasar. Mengutip laporan dari media ekonomi, momen rilis laporan keuangan perdana sebagai perusahaan publik ini datang di tengah situasi yang kurang menguntungkan bagi pergerakan saham mereka di bursa.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, tekanan jual yang masif telah membuat harga saham perusahaan dirgantara besutan Elon Musk itu merosot tajam hingga mendekati level terendah sepanjang sejarah pencatatan mereka. Sebagaimana dilaporkan oleh para pengamat pasar, nilai saham SpaceX telah terpangkas signifikan dari harga penawaran perdana atau IPO pada bulan sebelumnya, serta masih berada jauh di bawah rekor tertinggi mereka di masa lalu.

Dalam catatan analis pasar dari Epistrophy Capital, Cory Johnson menyampaikan bahwa "SpaceX melaporkan kinerjanya sebagai perusahaan publik untuk pertama kalinya, sementara beberapa hari kemudian masa penguncian saham akan membebaskan ratusan juta lembar saham milik internal yang jumlahnya melipatgandakan pasokan beredar di pasar". Kebijakan berakhirnya masa penguncian atau lockup period tersebut memicu kekhawatiran mendalam di kalangan investor ritel maupun institusi.

Dari analisis awak media, lonjakan suplai saham akibat aksi jual dari pihak internal berpotensi besar menjaga tekanan jual tetap tinggi dalam jangka pendek. Para investor kini berfokus pada sejauh mana manajemen mampu meyakinkan pasar melalui fundamental keuangan yang solid di tengah tingginya kebutuhan modal untuk ekspansi teknologi kecerdasan buatan dan infrastruktur satelit.

Berdasarkan konsensus analis dari Bloomberg, SpaceX diproyeksikan membukukan pendapatan kuartal kedua sebesar 6,81 miliar dolar Amerika Serikat, meningkat dibandingkan perolehan pada kuartal sebelumnya. Kendati demikian, perusahaan juga diperkirakan masih mencatatkan kerugian per saham yang disesuaikan, seiring masifnya pengeluaran modal untuk proyek-proyek ambisius di masa depan.

Menanggapi dinamika tersebut, analis dari S&P Global Visible Alpha, Melissa Otto memberikan catatan bahwa tingkat belanja modal perusahaan diperkirakan akan terus merangkak naik secara drastis dalam beberapa tahun ke depan. Beban utang korporasi yang diproyeksikan melonjak berkali-kali lipat turut menjadi sorotan utama terkait efisiensi pengembalian investasi pada sektor teknologi mutakhir.

Di sisi lain, perkembangan operasional seperti layanan internet satelit Starlink serta uji coba lanjutan wahana angkasa Starship terus berjalan di bawah pengawasan ketat publik. CEO SpaceX, Elon Musk sempat menyatakan bahwa "kecuali jika ditemukan kendala pascalaporan data misi, SpaceX akan mencoba menangkap badan roket menggunakan menara peluncuran pada penerbangan berikutnya", sebuah langkah teknis revolusioner yang diharapkan mampu menjadi angin segar bagi pemulihan sentimen pasar.

Secara keseluruhan, laporan keuangan perdana ini bukan sekadar ajang pamer angka pendapatan bagi SpaceX, melainkan ujian berat dalam mempertahankan kepercayaan investor di tengah gejolak pasar finansial global. Publik kini menanti apakah langkah inovatif di sektor dirgantara mampu meredam kekhawatiran Wall Street terhadap masa depan valuasi perusahaan.

Topics
spacex elon musk saham spacex wall street starship starlink keuangan teknologi
Jurnalis Teknologi & Digital

Kamal adalah jurnalis yang fokus meliput perkembangan teknologi, digital, dan inovasi. Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), ia memiliki pemahaman teknis yang kuat untuk menyajikan berita teknologi yang akurat dan relevan. Liputannya mencakup startup digital, kecerdasan buatan, dan transformasi digital.