Tatapan kosong dan mata berkaca-kaca terpancar jelas dari wajah Atmina saat berdiri di pesisir Desa Bicabbi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Di hadapannya, ratusan batang kayu berukuran raksasa berserakan setelah terdampar akibat hantaman ombak yang dimulai sejak Sabtu petang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, gelondongan kayu berukuran panjang mencapai 13 meter tersebut merupakan muatan kapal TK Lintas Samudera XXIII yang ditarik oleh TB Yamdena 03 dalam perjalanan dari Kalimantan Timur menuju Probolinggo. Kedatangan kayu-kayu tanpa kendali ini langsung menyapu bersih wilayah pesisir dan menghantam pemukiman warga.
Bagi Atmina, bencana ini merenggut sumber penghidupannya satu-satunya. Kesehariannya dihabiskan dengan membuat kerajinan sapu dari serabut kelapa, sebuah usaha sederhana yang ia bangun di dekat pantai tempat ia tinggal bertahun-tahun.
Mengutip pengakuan Atmina kepada awak media, dirinya sama sekali tidak berdaya saat menyaksikan gelondongan kayu raksasa tersebut merusak area kerjanya di tengah malam. "Ya tidak bisa apa-apa, kayunya besar sekali, saya hanya bisa melihat," ujarnya dengan nada pilu.
Analisis tim redaksi menunjukkan bahwa kerugian yang dialami warga tidak hanya bersifat materiil sesaat, tetapi juga menghancurkan siklus produksi jangka panjang. Serabut kelapa yang menjadi bahan baku utama sapu milik Atmina harus melalui proses perendaman di air laut selama lima bulan sebelum akhirnya bisa diolah.
Kini, seluruh bahan baku yang tengah direndam tersebut rusak dan hanyut tersapu gelombang. Warga setempat berharap ada pihak yang bertanggung jawab atas kerugian masif yang melumpuhkan perekonomian masyarakat pesisir Sumenep tersebut.