Tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap sembilan orang korban selamat dari insiden kebakaran hebat yang melanda KM Mutiara. Proses penyelamatan yang berlangsung menegangkan tersebut membawa para korban merapat ke Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan di lapangan, sebanyak empat orang dari sembilan korban selamat tersebut harus segera mendapatkan penanganan medis lanjutan dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Islam Kalianget. Sementara itu, lima orang lainnya yang dipastikan berada dalam kondisi stabil langsung dipulangkan menuju Surabaya.
Kapolresta Sumenep, Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan para korban menjadi fokus utama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini. "Ada sembilan korban yang dievakuasi ke Pelabuhan Kalianget. Empat korban langsung dirujuk ke RSI Kalianget untuk perawatan medis, sedangkan lima korban lainnya dipulangkan ke Surabaya karena kondisinya sehat. Saat ini kami tetap fokus pada upaya penyelamatan," ujar Kombes Pol Ariek Indra Sentanu.
Adapun identitas dari empat korban selamat yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit meliputi Dwi Putro Suryo, Paidi, Mohammad Isti Ibnu Pratama, serta Andi. Sedangkan kelima korban yang dipulangkan ke Surabaya terdiri dari Dani Wijaya, Bargus Imam, Jefri Lesnusa, Heri Susilo, dan Syamsul.
Dari analisis tim redaksi, insiden tragis yang menimpa kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran ini menyoroti pentingnya kecepatan respons darurat di tengah perairan lepas. Mengingat kapal tersebut membawa ratusan penumpang serta muatan kendaraan logistik yang masif, koordinasi lintas instansi terbukti krusial dalam meminimalisir jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus menyisir perairan sekitar guna memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal serta mengumpulkan data lengkap terkait insiden pelayaran yang bermula dari pelayaran rute Surabaya menuju Makassar tersebut.