Warga di Pulau Pagerungan Besar, Kabupaten Sumenep, akhirnya bisa menikmati penerangan secara penuh setelah puluhan tahun hidup dengan keterbatasan pasokan energi. Perubahan besar ini terwujud berkat kolaborasi strategis antara industri hulu migas dan pemerintah daerah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia Ltd resmi menyerahkan pengelolaan dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel berkapasitas total 600 kVa kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep. Infrastruktur kelistrikan tersebut nantinya langsung dioperasikan oleh PT PLN untuk melayani kebutuhan warga setempat.
Menurut analisis redaksi, langkah penyerahan aset ini menjadi tonggak penting dalam mengakhiri ketergantungan warga pada pasokan listrik parsial dari fasilitas kilang migas yang terbatas. Kapasitas daya yang kini tersedia melonjak hingga 2,5 kali lipat dibandingkan pasokan sebelumnya.
Vice President Kangean Energy Indonesia Ltd Iman Santoso menjelaskan bahwa pengadaan mesin pembangkit ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam program pengembangan masyarakat. Seluruh unit pembangkit juga telah lolos uji kelaikan teknis dari Kementerian ESDM sebelum resmi diserahterimakan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian pihak perusahaan meskipun cadangan gas di wilayah operasional tersebut mengalami penurunan alami. Kehadiran listrik 24 jam ini diyakini mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal, khususnya industri pengolahan hasil laut dan perikanan.
Koordinator Perencanaan Listrik Pedesaan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM Muhadi menambahkan bahwa inisiatif swasta ini sangat membantu pemerintah dalam mengejar target rasio elektrifikasi nasional. Sebagian besar dari total 2.000 kepala keluarga di pulau terluar tersebut kini telah terfasilitasi meteran listrik bersubsidi.