Suasana haru dan khidmat menyelimuti area Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, saat ratusan keluarga serta kerabat berkumpul untuk memperingati empat tahun Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 nyawa pada 1 Oktober 2022 lalu. Ruangan berpanel kaca bening yang kini disulap menjadi museum tersebut dipenuhi aroma wangi bunga setaman, diiringi isak tangis keluarga yang kembali mengenang kepergian orang-orang terkasih pasca-laga Arema FC versus Persebaya Surabaya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, rangkaian peringatan yang diisi dengan khataman Al-Qur'an serta pengajian akbar "Doa untuk Nawak-Nawak" ini mencerminkan keteguhan kolektif para penyintas dan komunitas suporter. Namun di balik kehusyukan doa yang terpanjat, luka mendalam serta rasa kecewa atas penegakan hukum yang dinilai masih jalan di tempat tetap membayangi hari peringatan tersebut.
Mengutip laporan dari pernyataan keluarga korban, desakan agar seluruh pihak yang terlibat diadili secara transparan terus disuarakan tanpa henti. Sebagaimana disampaikan oleh Minsai In selaku ayah dari almarhum korban, proses hukum yang berjalan hingga saat ini dirasa belum menyentuh seluruh pihak yang seharusnya bertanggung jawab, termasuk aparat penembak gas air mata di lapangan.
Nada kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh Sekretaris Yayasan Korban Tragedi Kanjuruhan Kholifah Nur yang berharap negara tidak melupakan tragedi kemanusiaan ini. Komunitas Aremania bersama mahasiswa dan masyarakat luas turut menggelar aksi damai di depan Balai Kota Malang dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Don't Stop Talking About Kanjuruhan" sebagai bentuk pengingat abadi bagi publik.
Menurut pengamatan awak media, gelombang solidaritas dan doa bersama yang juga dihadiri oleh unsur Forkopimda menunjukkan pentingnya merawat sejarah kelam ini agar tidak terulang kembali. Para keluarga korban berharap tanggal 1 Oktober dapat terus dikenang sebagai momentum perbaikan total bagi ekosistem sepak bola nasional demi menjamin keamanan seluruh pihak di masa depan.