Perusahaan penyedia layanan transportasi online Lyft kembali menjadi sorotan publik setelah memutuskan menggelontorkan dana fantastis demi menyelesaikan persoalan hukum yang telah lama membayangi mereka. Perusahaan tersebut sepakat untuk membayar lebih dari USD 270 juta dalam penyelesaian kasus hukum terkait upah dan jam kerja di negara bagian California.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, langkah besar ini sekaligus mencatatkan rekor sebagai penyelesaian tuntutan hukum tenaga kerja terbesar dalam sejarah California, mengakhiri pertempuran panjang antara regulator dan raksasa transportasi berbasis aplikasi tersebut.
Kasus ini bermula dari tuduhan bahwa Lyft melakukan kesalahan klasifikasi terhadap para pekerjanya sebagai kontraktor independen dalam rentang waktu 2016 hingga 2020. Akibat salah klasifikasi tersebut, para pengemudi diduga kehilangan hak atas jaminan upah minimum, uang lembur, waktu istirahat, hingga penggantian biaya operasional.
Sebagaimana dilaporkan dalam dokumen pengadilan, Kantor Komisaris Tenaga Kerja California awalnya mengajukan gugatan pada tahun 2020 di Pengadilan Tinggi Kabupaten Alameda. Gugatan itu kemudian diperkuat oleh tindakan terkoordinasi dari Jaksa Agung California bersama jaksa wilayah dari Los Angeles, San Diego, dan San Francisco.
Menanggapi penyelesaian perkara ini, pihak manajemen Lyft menyatakan bahwa sebagian besar pengemudi rideshare di California sebenarnya sejak awal menginginkan status sebagai kontraktor independen. Perusahaan juga menegaskan bahwa kesepakatan damai ini menutup lembaran hukum dari era sebelum disahkannya Proposition 22 pada tahun 2020.
Komisaris Tenaga Kerja California, Lilia García-Brower, memberikan apresiasi tinggi kepada para pengemudi yang berani bersuara dan memperjuangkan hak-hak mereka. Menurutnya, perjuangan panjang ini ditempuh demi memastikan bahwa perlindungan di tempat kerja memiliki makna nyata serta memberikan kompensasi maksimal bagi para pengemudi.
Pengamatan tim redaksi mencatat bahwa penyelesaian megah ini terjadi hanya berselang beberapa pekan setelah para pengemudi Uber dan Lyft di California berhasil mengamankan hak tawar kolektif melalui pembentukan serikat pekerja resmi, menandai era baru bagi perlindungan hak-hak buruh gig economy di Amerika Serikat.