Pasar keuangan Amerika Serikat menyambut akhir pekan dengan lonjakan signifikan setelah data ketenagakerjaan bulan September dirilis jauh dari perkiraan analis. Sebagaimana dilaporkan dari lantai bursa Wall Street, Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan 0,5 persen, S&P 500 menguat 0,7 persen, sementara indeks teknologi Nasdaq Composite memimpin dengan lompatan hingga 1,2 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data resmi dari Departemen Tenaga Kerja, ekonomi AS hanya menambahkan 29.000 pekerjaan sepanjang September, angka yang sangat terpaut dari ekspektasi ekonom di kisaran 90.000. Sementara itu, tingkat pengangguran mengalami kenaikan tipis menjadi 4,2 persen dari posisi bulan sebelumnya yang berada di level 4,1 persen.
Berdasarkan analisis awak media dan pengamatan tim redaksi, lesunya pasar tenaga kerja ini langsung mengubah ekspektasi para pelaku pasar terhadap langkah bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan Oktober langsung merosot tajam menjadi hanya 16 persen saja, turun drastis dari 64 persen pada pekan sebelumnya.
Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Chris Phelan, menyatakan pandangannya bahwa Federal Reserve kemungkinan besar tidak akan menaikkan suku bunga lagi menyusul data ketenagakerjaan yang subur ini. "Dengan data pasar tenaga kerja hari ini serta pernyataan para pejabat bank sentral, pasar kini tidak lagi mengharapkan kenaikan suku bunga lanjutan," ujar Phelan dalam wawancaranya.
Di sisi lain, tekanan inflasi yang masih membayangi daya beli masyarakat turut menjadi sorotan utama dalam laporan ekonomi terbaru. Penghasilan per jam rata-rata tercatat hanya naik tipis 0,1 persen secara bulanan, memperpanjang tren ketika kenaikan upah riil masyarakat tertinggal dari laju inflasi yang berada di kisaran 3,4 persen.