Penyerang bintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo, akhirnya angkat bicara mengenai prahara yang terjadi di internal Timnas Portugal. Melalui pernyataan resminya di media sosial, pemain berusia 41 tahun tersebut membeberkan kronologi lengkap serta alasan di balik keputusannya meninggalkan skuad Selecao das Quinas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Konflik ini bermula ketika Ronaldo hanya menjadi pemain cadangan saat Portugal menghadapi Norwegia dalam ajang UEFA Nations League. Situasi tersebut memicu ketegangan antara sang kapten dengan pelatih kepala Jorge Jesus, yang kemudian berujung pada pertemuan klarifikasi bersama Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, Pedro Proenca.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, Ronaldo mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sempat berencana pensiun dari tim nasional usai Piala Dunia 2026. Namun, ia diminta untuk mengurungkan niat tersebut oleh federasi dan memberikan restu penuh ketika Jorge Jesus ditunjuk sebagai pelatih baru menggantikan Roberto Martinez.
Dalam keterangannya, Ronaldo menjelaskan bahwa ia dan pelatih sempat menyepakati rencana manajemen fisik yang mengecualikannya dari laga tandang tertentu. Namun, situasi berubah di hari pertandingan melawan Norwegia ketika Jorge Jesus memintanya bermain selama 30 menit, yang berujung pada kekecewaannya karena merasa sang pelatih telah melanggar janji.
"Tanpa ada masalah, permintaan ini adalah sesuatu di luar rencana pemulihan fisik dan latihan saya, namun tentu saja saya bilang iya," tulis Ronaldo dalam pernyataan resminya. Akibat dinamika yang terjadi, peraih lima gelar Ballon d'Or itu akhirnya memilih meninggalkan pemusatan latihan sebelum laga melawan Denmark.