Dunia sepak bola kembali dihebohkan dengan pengakuan blak-blakan dari mantan gelandang Manchester United, Fred, mengenai salah satu mantan rekan setimnya yang memiliki perangai unik. Menurut Fred, penyerang asal Kolombia tersebut kerap menunjukkan sikap acuh tak acuh saat menjalani sesi latihan bersama klub karena merasa sudah memiliki kekayaan berlimpah. Sikap tersebut sontak memicu perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola internasional yang menyayangkan potensi besar sang pemain terbuang sia-sia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebagaimana dilaporkan dalam siniar Charla Podcast, Fred menceritakan bagaimana rekannya itu sempat melontarkan pernyataan mengejutkan saat diminta untuk berlari dan berlatih secara serius di lapangan. Sang pemain dengan santai mengaku bahwa dirinya tidak lagi memerlukan kerja keras tambahan karena kondisi keuangannya sudah aman untuk beberapa generasi ke depan. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, mentalitas instan yang berorientasi pada materi semata ini menjadi salah satu faktor utama yang menghambat perkembangan karier profesionalnya di level tertinggi Eropa.
Perjalanan karier penyerang berusia 22 tahun ini sejatinya sempat memperlihatkan kilau luar biasa ketika dirinya masih berseragam Aston Villa di awal musim 2024-2025. Unai Emery selaku pelatih sempat memuji kapasitas sang bomber sebagai talenta luar biasa yang memiliki batas kemampuan sulit diprediksi. Namun, dinamika kariernya berubah drastis ketika ia memilih hijrah ke kompetisi Timur Tengah untuk bergabung dengan Al Nassr melalui kontrak fantastis yang mengubah orientasi hidupnya secara drastis.
Tidak berhenti di situ, petualangan sang penyerang di benua Eropa juga diwarnai berbagai kontroversi mulai dari masa peminjaman singkat di Fenerbahce hingga ketegangan personal dengan pelatih kenamaan Jose Mourinho. Kepindahan demi kepindahan ke berbagai klub elite seperti Zenit Saint Petersburg hingga labuhan terbarunya di Benfica menunjukkan pola inkonsistensi yang berulang. Mengutip analisis awak media, meski jaminan finansial telah berada di dalam genggaman, hilangnya etos kerja yang kompetitif dikhawatirkan akan menutup jalan bagi sang pemain untuk mencapai status legenda sepak bola dunia.