Peta persaingan sepak bola tanah air resmi memasuki babak baru setelah operator liga bersama induk organisasi sepak bola nasional meresmikan turnamen antarklub teranyar. Ajang bergengsi ini dirancang bukan sekadar agenda tambahan, melainkan instrumen strategis untuk mendongkrak standar permainan nasional sekaligus memperluas jam terbang pemain muda.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan hasil pengundian resmi yang digelar pada Rabu, 7 Oktober 2026, sebanyak 38 kesebelasan dari kasta tertinggi dan kedua dipastikan ambil bagian. Berdasarkan analisis awak media, format terobosan ini menjanjikan intensitas tinggi karena memadukan kekuatan klub-klub elite melalui lima fase terstruktur yang menguji kedalaman skuad masing-masing peserta.
Dalam regulasi yang diterapkan, penyelenggara membatasi penggunaan maksimal tiga pemain asing per tim. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah progresif untuk menuntut kecerdikan taktik pelatih sekaligus membuka ruang lebar bagi lahirnya pilar-pilar baru di skuad Garuda masa depan.
Perjalanan menuju podium juara akan dimulai dari fase penyisihan grup yang terbagi ke dalam dua wilayah besar, yakni Barat dan Timur. Sebanyak 36 tim bahu-membahu mengamankan posisi puncak grup demi melangkah ke babak gugur lintas zona yang krusial.
Menariknya, dua kesebelasan elite tanah air Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda mendapatkan hak istimewa langsung lolos ke perempat final. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas status mereka sebagai wakil Indonesia di kancah antarklub Asia dan regional.
Panitia penyelenggara juga memastikan derbi sarat gengsi seperti Persebaya Surabaya kontra Arema FC, PSIM Yogyakarta kontra PSS Sleman, serta Persis Solo kontra Persijap Jepara dipisah ke grup berbeda. Langkah taktis ini diambil guna menjamin aspek keamanan serta kondusivitas jalannya kompetisi.