Loading
Bandar Bola Kabayan News Surabaya Bandar Bola Kabayan News Surabaya
/home / gaya hidup / Sate Ayam Ngagel PDAM Surabaya,...
GAYA HIDUP

Sate Ayam Ngagel PDAM Surabaya, Lezatnya Bumbu Karamel Bikin Nagih

By Dwi Intan Sulistiana • 2 min read • 7 Oktober 2026
Penyajian Sate Ayam Ngagel PDAM dengan bumbu kacang dan kecap karamel

Penyajian Sate Ayam Ngagel PDAM dengan bumbu kacang dan kecap karamel

Pencinta kuliner malam di Kota Pahlawan tentu sudah tidak asing lagi dengan kelezatan Sate Ayam Ngagel PDAM yang konsisten memanjakan lidah penikmatnya sejak era 90-an. Berlokasi di kawasan Wonokromo, warung sederhana milik Pak Bambang ini selalu dipadati pemburu kuliner yang mengantre demi menikmati kelezatan sate legendaris tersebut.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, daya tarik utama dari sate ini terletak pada kualitas daging ayamnya yang berukuran besar serta teksturnya yang sangat empuk dan juicy. Selain itu, proses pembakaran di atas arang menghasilkan aroma harum menggugah selera yang langsung tercium dari kejauhan.

Rahasia kelezatan kuliner ini juga terletak pada racikan bumbunya yang berbeda dari sate pada umumnya. Sebagaimana dijelaskan oleh sang pemilik, penggunaan kecap manis lokal khas Jawa Timur yang berpadu dengan bumbu kacang halus menciptakan tekstur karamel yang melekat sempurna pada setiap tusuk daging.

Menurut salah satu pelanggan setia bernama Yosan Ardian, cita rasa bumbu kacang yang medok serta tambahan sambal mentah segar membuat siapa saja ingin terus menambah porsi setiap kali berkunjung. "Kecap tidak cuma jadi pelengkap, tapi bagian utama dari pembentuk rasa sate ini," ungkap Yosan.

Dengan harga yang ramah di kantong mulai dari Rp15.000 per porsi, warung ini mampu menghabiskan lebih dari 500 tusuk sate setiap harinya. Perpaduan rasa gurih, manis, dan aroma rempah yang kuat menjadikan tempat ini wajib masuk dalam daftar kunjungan wisata kuliner Anda di Surabaya.

Topics
kuliner surabaya sate ayam kuliner legendaris makanan tradisional wisata kuliner
Jurnalis Sosial & Budaya

Dwi Intan adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Lulusan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), ia memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial budaya dan kearifan lokal. Tulisannya mengangkat cerita-cerita inspiratif dan isu-isu kemanusiaan.