Krisis air bersih mulai menghantam sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, setelah musim kemarau panjang memicu kekeringan parah yang berdampak langsung pada aktivitas harian ribuan warga.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, tercatat ada 15 desa yang tersebar di lima kecamatan kini mengalami krisis air bersih dan sangat mengandalkan pasokan bantuan dari pemerintah.
Mengutip laporan resmi instansi terkait, wilayah yang paling parah terdampak kekeringan saat ini terkonsentrasi di kawasan Kecamatan Panggul serta beberapa titik yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Dongko.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggerakkan armada khusus untuk melakukan distribusi air bersih secara berkala guna meringankan beban warga terdampak.
"Untuk proses pendistribusiannya, kami mengerahkan dua armada tangki dengan rata-rata pengiriman minimal 10 ribu liter per hari," ujar Triadi saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai penanganan darurat kekeringan tersebut.
Berdasarkan analisis tim redaksi, operasi droping air bersih ini melibatkan sinergi lintas instansi, termasuk kolaborasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Kementerian Pekerjaan Umum serta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Langkah cepat penanggulangan ini sangat mendesak mengingat laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi bahwa durasi musim kemarau pada tahun ini akan berlangsung jauh lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menghadapi ancaman kekeringan yang semakin meluas, pihak BPBD gencar mengimbau masyarakat agar senantiasa menggunakan sediaan air secara bijak serta mengoptimalkan fungsi infrastruktur penampungan air di sekitar permukiman.
"Kegiatan pendistribusian air bersih di lapangan berlangsung tertib dan disambut antusias oleh warga setempat. Karena mereka mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat menyusutnya sumber air baku," tutup Triadi menggambarkan kondisi di lapangan.