Fenomena parade pengeras suara berdaya tinggi atau yang populer disebut sound horeg di Jawa Timur kini berada dalam sorotan tajam lantaran dinilai semakin meresahkan keselamatan serta ketenteraman warga. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, aktivitas yang memicu dentuman bass ekstrem ini tidak hanya menimbulkan gangguan kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat luas di berbagai daerah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur secara tegas mendesak pemerintah agar segera mengambil tindakan terukur demi mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan. Ketua Ansor Jatim H Musaffa" Safril atau yang akrab disapa Gus Safril mengungkapkan bahwa pihaknya banyak menerima laporan dari masyarakat terkait jatuhnya korban jiwa hingga kerugian material akibat dentuman suara yang terlalu keras.
Menurut laporan yang dihimpun dari sejumlah daerah, terdapat warga yang dikabarkan meninggal dunia karena kaget saat sound horeg melintas di depan rumah dengan volume maksimal. "Walaupun perlu diverifikasi, tapi ada yang ngaku melihat sanak saudaranya meninggal saat ada sound horeg melintas di depan rumahnya nyala dengan volume yang sangat keras di kawasan Jember-Lumajang," ujar Gus Safril di Surabaya, Jumat (18/9/2026).
Dampak buruk tersebut ternyata tidak hanya dirasakan oleh manusia, melainkan juga hewan ternak di sekitar pemukiman jalur parade. Berdasarkan laporan kader di lapangan, gelombang suara berintensitas tinggi itu bahkan menyebabkan ternak ayam mendadak mati ketika pengeras suara melintas di dekat kandang.
Selain persoalan fisik dan kesehatan, Ansor Jatim menyoroti adanya pergeseran norma sosial yang mengkhawatirkan dalam penyelenggaraan acara tersebut. Gus Safril menilai sebagian parade telah menyimpang jauh dan berubah fungsi menyerupai hiburan malam terbuka atau diskotek keliling yang tidak ramah bagi anak-anak.
"Paling banyak sound horeg di Jawa Timur, ini sudah sangat meresahkan. Lebih lagi ada unsur-unsur lain, laporan teman-teman itu mirip diskotek keliling, ada sexy dancer-nya juga, dan tidak menutup kemungkinan ada minum-minuman keras yang itu dipertontonkan secara gamblang, ada anak kecil di situ ikut main," jelas Gus Safril.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika kegiatan ini mengabaikan waktu beribadah umat Islam di perkampungan. Sebagaimana dilaporkan, pengeras suara berkekuatan masif terkadang tetap diputar dengan kencang di samping musala atau masjid ketika azan magrib berkumandang, yang dinilai sebagai bentuk kemunduran peradaban sosial.
Kendati demikian, Ansor Jatim menegaskan bahwa lembaganya tidak bersikap anti terhadap keberadaan komunitas sound horeg. Mereka menyarankan penerapan zonasi khusus seperti di area lapangan terbuka agar kegiatan hiburan rakyat tersebut tidak melintasi pemukiman padat yang berisiko mengganggu warga sakit atau penderita penyakit jantung.
Sebagai wujud dukungan nyata terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Satpol PP, serta aparat penegak hukum, Ansor Jatim menyatakan kesiapan penuh menyiagakan pasukan Barisan Ansor Serbaguna di setiap kabupaten dan kota. Banser siap dilibatkan secara aktif guna membantu proses penertiban demi terciptanya ketertiban umum di wilayah pusat sound horeg tersebut.