Loading
Bandar Bola Kabayan News Surabaya Bandar Bola Kabayan News Surabaya
/home / teknologi / Yayasan Lohjinawi Serukan Warga...
TEKNOLOGI

Yayasan Lohjinawi Serukan Warga Berhenti Jadikan Sungai Tempat Sampah

By Dwi Intan Sulistiana • 1 min read • 26 September 2026
Kegiatan bersih-bersih sungai oleh Yayasan Lohjinawi di Surabaya

Kegiatan bersih-bersih sungai oleh Yayasan Lohjinawi di Surabaya

Peringatan Hari Sungai Dunia 2026 di Surabaya diwarnai dengan seruan tegas dari kalangan pemerhati lingkungan. Direktur Yayasan Lohjinawi, Yasmin, mengajak seluruh masyarakat untuk mengubah kebiasaan buruk menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah akhir demi kelestarian alam.

Ajakan tersebut disuarakan secara langsung melalui gerakan bertajuk Kali Mrutu Menuju Sungai Lestari yang digelar di kawasan Wonokusumo, Surabaya. Menurut pengamatan tim redaksi, momentum ini dimanfaatkan untuk membangun kesadaran kolektif warga bahwa menjaga kebersihan perairan harus dimulai dari lingkup terkecil.

Sebagaimana dilaporkan dalam kegiatan tersebut, aksi nyata yang dilakukan meliputi pembersihan aliran air, penanaman pohon, hingga edukasi langsung kepada warga di sepanjang bantaran. Para kader lingkungan juga turun tangan menyapa warga guna mengkampanyekan pentingnya menghentikan pencemaran air.

Berdasarkan data yang dihimpun, Yayasan Lohjinawi sebagai mitra pelaksana Program Sungai Lestari telah berhasil mengumpulkan sekitar 56 ton sampah dari Kali Mrutu dalam kurun waktu tiga bulan. Sampah-sampah tersebut kemudian dikelola melalui jaringan bank sampah yang melibatkan peran aktif kaum perempuan setempat.

Program strategis ini merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi antara pemerintah pusat, lembaga internasional, hingga pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat, perubahan positif di sekitar bantaran Kali Mrutu kini mulai terlihat nyata melalui penataan kawasan yang lebih asri.

Topics
yayasan lohjinawi hari sungai dunia surabaya kali mrutu lingkungan hidup sampah program sungai lestari
Jurnalis Sosial & Budaya

Dwi Intan adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Lulusan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), ia memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial budaya dan kearifan lokal. Tulisannya mengangkat cerita-cerita inspiratif dan isu-isu kemanusiaan.