Peringatan Hari Sungai Dunia 2026 di Surabaya diwarnai dengan seruan tegas dari kalangan pemerhati lingkungan. Direktur Yayasan Lohjinawi, Yasmin, mengajak seluruh masyarakat untuk mengubah kebiasaan buruk menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah akhir demi kelestarian alam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Ajakan tersebut disuarakan secara langsung melalui gerakan bertajuk Kali Mrutu Menuju Sungai Lestari yang digelar di kawasan Wonokusumo, Surabaya. Menurut pengamatan tim redaksi, momentum ini dimanfaatkan untuk membangun kesadaran kolektif warga bahwa menjaga kebersihan perairan harus dimulai dari lingkup terkecil.
Sebagaimana dilaporkan dalam kegiatan tersebut, aksi nyata yang dilakukan meliputi pembersihan aliran air, penanaman pohon, hingga edukasi langsung kepada warga di sepanjang bantaran. Para kader lingkungan juga turun tangan menyapa warga guna mengkampanyekan pentingnya menghentikan pencemaran air.
Berdasarkan data yang dihimpun, Yayasan Lohjinawi sebagai mitra pelaksana Program Sungai Lestari telah berhasil mengumpulkan sekitar 56 ton sampah dari Kali Mrutu dalam kurun waktu tiga bulan. Sampah-sampah tersebut kemudian dikelola melalui jaringan bank sampah yang melibatkan peran aktif kaum perempuan setempat.
Program strategis ini merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi antara pemerintah pusat, lembaga internasional, hingga pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat, perubahan positif di sekitar bantaran Kali Mrutu kini mulai terlihat nyata melalui penataan kawasan yang lebih asri.