Suasana kegiatan pra-pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mendadak berubah tegang setelah ratusan peserta dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius secara bersamaan. Berdasarkan pengamatan dan analisis dari awak media, insiden yang mencatut institusi pendidikan kedokteran bergengsi ini langsung memicu perhatian publik luas mengenai standar keamanan konsumsi dalam acara instansi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Peristiwa tersebut terjadi di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu lantai 7 RSUD Dr Soetomo, Surabaya, ketika ratusan peserta mengikuti rangkaian kegiatan akademik. Sebagaimana dilaporkan, dari total 289 peserta yang hadir, sebanyak 172 orang mengeluhkan gejala mual, muntah, dan pusing yang diduga kuat berasal dari makanan yang disediakan panitia.
Direktur RSUD Dr Soetomo Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat memberikan penanganan medis kepada para korban sesaat setelah gejala tersebut muncul. Menurut keterangan tertulis yang disampaikan, sebagian peserta langsung diarahkan menuju Instalasi Gawat Darurat untuk mendapatkan tindakan intensif.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa dari ratusan peserta yang terdampak, sebagian besar hanya mengalami gejala ringan dan dianjurkan melakukan observasi mandiri di bawah pengawasan ketat. Berdasarkan laporan resmi, terdapat enam orang yang sempat dirawat di RSUD Dr Soetomo, sementara dua orang lainnya mendapat perawatan di fasilitas kesehatan berbeda seperti RSAL dan RSUD dr Soewandhie.
Sebagai langkah investigasi mendalam, pihak rumah sakit bersama instansi terkait langsung mengambil sampel makanan serta melakukan pemeriksaan rectal swab terhadap para korban. Sampel-sampel tersebut kini telah dikirimkan ke Puslabfor Polda Jawa Timur, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk diuji secara laboratoris.
Mengutip laporan penanganan di lapangan, manajemen rumah sakit bersama pihak fakultas juga memutuskan untuk meliburkan kegiatan pra-pendidikan demi keselamatan peserta serta melakukan evaluasi total terhadap vendor penyedia makanan. Hasil uji laboratorium dari berbagai instansi berwenang tersebut nantinya akan menjadi acuan utama dalam menentukan langkah hukum maupun pencegahan di masa mendatang.