Ajang mixed martial arts paling bergengsi di dunia kembali mencatatkan sejarah baru yang luar biasa. Berdasarkan laporan dari arena pertandingan, gelaran UFC 332 yang dilangsungkan di Salt Lake City, Utah, sempat diremehkan oleh sebagian penggemar sebelum acara dimulai karena dianggap sebagai salah satu kartu pertarungan yang kurang menarik. Namun, anggapan tersebut seketika terbantahkan setelah para petarung menyuguhkan pertunjukan brutal yang memecahkan rekor organisasi dengan total 11 knockout, termasuk tujuh kemenangan beruntun di ronde pertama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pertunjukan spektakuler ini langsung menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk dari Presiden UFC Dana White yang memberikan tanggapan keras terhadap para pengamat yang sempat meragukan kualitas acara tersebut. Menurut pengamatan tim redaksi, kemarahan White beralasan mengingat konsistensi UFC dalam menyajikan hiburan pertarungan berkualitas tinggi selama 25 tahun terakhir. "Dalam 25 tahun, kapan kartu pertandingan tidak sesuai harapan? Pengamat soersebut sama sekali tidak tahu apa-apa tentang bisnis pertarungan," ungkap White dengan tegas dalam konferensi pers usai laga.
Selain rekor knockout yang memukau, malam puncak UFC 332 juga diwarnai oleh drama kontroversial terkait penghentian laga oleh wasit veteran Herb Dean saat pertarongan antara Esteban Ribovics dan King Green. Green sempat meluapkan kekesalannya karena merasa masih sanggup melanjutkan pertarungan setelah dijatuhkan tiga kali di ronde pembuka. Menanggapi insiden tersebut, White mengakui bahwa wasit memang sedang mengalami tahun yang berat meskipun ia menilai keputusan tersebut masih bisa dipahami dalam situasi mendesak.