Ajang promosi tarung bebas paling bergengsi di dunia, UFC, kembali menjadi sorotan tajam publik setelah CEO mereka, Dana White, melakukan serangkaian kesalahan fatal menjelang perhelatan UFC 332 di Salt Lake City. Berdasarkan laporan awak media, White menuai gelombang kritik pedas dari para penggemar di media sosial menyusul dua insiden memalukan yang terjadi secara beruntun dalam sesi jumpa pers dan wawancara eksklusif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Blunder pertama bermula ketika petarung kelas menengah asal Kamerun, Ateba Gautier, hadir dalam sesi konferensi pers jelang duelnya melawan Roman Kopylov. Saat seorang jurnalis melontarkan pertanyaan menggunakan bahasa Prancis yang dijawab dengan lancar oleh Gautier dalam bahasa ibu dan Inggris, White justru kebingungan dan meminta seorang penerjemah. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, insiden tersebut langsung memicu kecaman keras karena organisasi sebesar UFC dinilai tidak profesional lantaran gagal menyediakan fasilitas penerjemah yang memadai untuk atlet internasional.
Kendati situasi tersebut sempat canggung, Gautier memilih untuk menanggapinya dengan kepala dingin dan senyuman di wajahnya. "Apakah dia manusia, bro? Apakah Roman ini manusia? Dia punya dua kaki, dua tangan... kaki. Tidak ada kaki. Seperti, kaki terbesar. Dia manusia, dan kita akan bertarung, lalu kita akan tahu," ujar Gautier memberikan jawaban santai yang langsung viral di berbagai platform media sosial.
Tak berhenti sampai di situ, masalah kedua menimpa White ketika ia diwawancarai oleh media terkait pemilihan penantang gelar juara kelas terbang wanita antara Natalia Silva dan Wang Cong di UFC 332. Berdasarkan analisis para pengamat tarung, White keliru menyebutkan rekor dan catatan kemenangan Wang Cong dengan mencatut nama-nama mantan juara besar seperti Rose Namajunas, Jessica Andrade, dan Alexa Grasso yang sejatinya merupakan rekor milik sang lawan, Natalia Silva.
Kesalahan fatal tersebut langsung dikuliti oleh jurnalis senior MMA, Ariel Helwani, yang mempertanyakan pemahaman sang bos terhadap produk organisasinya sendiri. Sebagaimana dicatat dalam berbagai laporan olahraga, rentetan blunder ini membuat reputasi kepemimpinan Dana White kembali dipertanyakan oleh para pencinta olahraga tarung bebas di seluruh dunia.