Petinju kelas berat asal Inggris, Tyson Fury, akhirnya bisa bernapas lega setelah larangan masuk ke Amerika Serikat yang menjeratnya selama bertahun-tahun resmi dicabut. Masalah visa tersebut sebelumnya sempat membuatnya kesulitan untuk bepergian ke Negeri Paman Sam pasca serangkaian pertarungan akbar melawan Deontay Wilder.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dikutip dari Ring Magazine, pencabutan larangan tersebut tidak terlepas dari peran penting bos UFC, Dana White. Tyson Fury menyebut bahwa White langsung membawa masalah visanya ke hadapan Presiden Donald Trump hingga akhirnya mendapatkan lampu hijau.
Sebagaimana diungkapkan oleh Tyson Fury saat menjalani sesi latihan di Florida Selatan, proses birokrasi tersebut berjalan mulus setelah mendapatkan persetujuan langsung dari sang kepala negara. "Semua itu berkat Dana yang membawanya ke meja Donald Trump, lalu dia langsung memberikan lampu hijau," ujar Fury menceritakan proses penyelesaian masalah visanya.
Berdasarkan analisis awak media, kedekatan antara figur dunia tarung dan lingkaran politik AS memainkan peran krusial dalam membuka kembali akses internasional bagi sang petinju. Dukungan ini juga semakin memperkuat posisi Fury menjelang duel akbar melawan Anthony Joshua di Cardiff pada Desember mendatang.
Selain membahas masalah visanya, Fury juga membeberkan rencana besar di pengujung karier tinjunya sebelum pensiun. Petinju berjuluk The Gypsy King tersebut berencana menghadapi Anthony Joshua sebagai pemanasan, disusul rencana pertarungan trilogi melawan Oleksandr Usyk di Madison Square Garden, New York.