Federal Bureau of Investigation (FBI) kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat luas menyusul maraknya modus penipuan baru yang dinilai sangat berbahaya dan sulit dikenali. Berdasarkan laporan, para pelaku kejahatan siber kini menggunakan taktik penyamaran yang jauh lebih canggih untuk mengelabui para calon korban melalui sambungan telepon.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam aksinya, para pelaku dilaporkan berpura-pura menjadi petugas penegak hukum federal seperti agen FBI, DEA, hingga Secret Service. Modus ini menjadi sangat berbahaya karena penipu memalsukan nomor telepon instansi resmi dan menggunakan nama-nama agen asli agar korban mempercayai mereka sepenuhnya.
Berdasarkan analisis awak media, pengecekan nama atau verifikasi sederhana kerap kali gagal memberikan perlindungan karena nomor dan identitas yang disebutkan tampak valid. Bahkan, sejumlah pelaku nekat melakukan panggilan video dengan latar belakang ruangan kantor resmi lengkap dengan atribut lembaga penegak hukum demi meyakinkan korban.
Menanggapi ancaman ini, pihak FBI menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh pernah mengirimkan uang kepada siapapun yang mengaku sebagai penegak hukum federal melalui telepon. Verifikasi mandiri dengan menghubungi nomor resmi instansi terkait melalui pencarian independen menjadi langkah krusial untuk menghindari kerugian finansial yang lebih besar.