Generasi X atau Gen X selama ini dikenal sebagai kelompok yang terjepit di antara generasi yang lebih besar. Namun, sebuah prediksi menarik mencuat bahwa generasi yang lahir antara tahun 1965 hingga 1980 ini memiliki rencana pensiun yang jauh berbeda dan cenderung memilih untuk menarik diri dari hiruk-pikuk dunia kerja begitu menginjak usia paruh baya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebagaimana dilaporkan oleh praktisi real estat Freddie Smith melalui platform video populer, Gen X digambarkan sebagai kelompok paling mandiri yang terbiasa mengandalkan diri sendiri sejak usia muda. Smith berpendapat bahwa saat memasuki usia 65 hingga 70 tahun, sebagian besar dari mereka kemungkinan besar akan menjalani kehidupan pensiun yang tenang dan sepenuhnya terhindar dari dinamika sosial serta tuntutan dunia kerja.
Kendati demikian, analisis dari data finansial terkini menunjukkan gambaran yang berbeda dan memerlukan perhatian serius. Berdasarkan survei Transamerica Institute, pekerja dari Generasi X tercatat memiliki median tabungan akun pensiun rumah tangga sebesar 107.000 dolar AS. Meskipun angka tersebut terlihat cukup, sekitar 31 persen di antaranya justru memiliki tabungan kurang dari 50.000 dolar AS.
Selain itu, survei dari Schroders menunjukkan bahwa hanya 16 persen responden Gen X yang merasa yakin telah menabung dalam jumlah yang cukup untuk menikmati masa tua yang nyaman. Sebagian besar dari mereka memperkirakan kebutuhan dana pensiun mencapai sekitar 1,12 juta dolar AS, jauh di atas proyeksi tabungan aktual yang mereka miliki saat ini.
Tekanan finansial tersebut juga diperparah oleh beban biaya hidup dan tanggung jawab keluarga, seperti membantu generasi penerus dalam membeli tempat tinggal di tengah lonjakan harga properti. Hal ini membuktikan bahwa rencana pensiun di usia 65 tahun tidak dapat berjalan secara instan, melainkan membutuhkan strategi keuangan yang matang dan pengelolaan aset yang berkelanjutan.