Kabar mengejutkan datang dari kancah politik Jawa Timur menyusul beredarnya informasi mengenai seorang anggota DPRD Banyuwangi berinisial ADR yang diduga diamankan oleh aparat kepolisian di Surabaya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut dikabarkan berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan barang haram narkotika yang menyeret nama wakil rakyat tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menanggapi situasi yang berkembang pesat ini, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi, Suwito, menyatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima konfirmasi resmi secara tertulis maupun langsung dari pihak kepolisian di Surabaya. Menurut pengamatan awak media, internal partai masih bersikap hati-hati dan berupaya menelusuri kebenaran informasi serta status hukum yang menimpa kader mereka.
"Kami masih menunggu laporan resmi dari aparat hukum, apakah kabar tersebut benar atau tidak. Kami sangat menghormati proses hukum yang ada jika memang kasus tersebut benar," ucap Suwito saat memberikan keterangan kepada awak media pada Rabu, 30 September 2026.
Suwito secara terbuka membenarkan bahwa sosok berinisial ADR yang disebut-sebut dalam pusaran kabar miring tersebut memang merupakan salah satu anggota aktif di Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi. Kendati demikian, pihak partai belum bisa melakukan komunikasi atau meminta klarifikasi langsung lantaran yang bersangkutan diduga sedang menjalani pemeriksaan intensif.
Lebih lanjut, pihak Fraksi Gerindra menegaskan tidak akan bersikap gegabah atau mengambil kesimpulan dini sebelum ada keterangan tervalidasi dari aparat penegak hukum yang berwenang. Organisasi partai dipastikan bakal mengambil langkah tegas serta memberlakukan mekanisme internal apabila status hukum dan keterlibatan kader tersebut terbukti secara sah.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari jajaran kepolisian terkait kebenaran kabar penangkapan maupun rincian kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan inisial ADR. Publik kini masih menantikan transparansi dan kejelasan dari aparat penegak hukum atas insiden yang mencoreng institusi legislatif daerah tersebut.